Satpol PP segel dua alat berat proyek pengurukan lahan di Tangerang

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang melakukan penindakan hukum berupa penyegelan dua alat berat jenis beko (backhoe) pada proyek pengurukan lahan di Desa Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/6).

"Berdasarkan adanya laporan warga, pengurukan ini menyebabkan jalan menjadi licin, dan ini sangat membahayakan masyarakat. Jadi kita tutup (aktivitas) pengurukan tanah ini dan kita segel alat beratnya," ucap Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi di Tangerang, Jumat.

Ia menjelaskan, penindakan terhadap aktivitas pengurukan lahan ini merupakan langkah tegas pemerintah dalam menindak para pelaku usaha yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 20 Tahun 2004 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Kita segel sementara sampai proses pemeriksaan selesai. Bila mana (penanggung jawab pengurukan tanah) tidak punya izin, kami akan beri sanksi tegas," katanya.

Selain itu, tindakan yang dilakukan oleh Satpol PP setempat merupakan buntut dari aksi protes warga yang merasa terganggu adanya aktifitas pengurukan lahan tersebut.

"Adanya proyek ini, juga dikeluhkan warga karena aktifitas tersebut membuat jalanan menjadi licin sehingga dapat menimbulkan kecelakaan," ujarnya.

Ia pun mengimbau, kepada para pengusaha ataupun pemilik proyek pengurukan tanah agar memenuhi aturan yang berlaku dan diharapkan untuk melengkapi standar proyek pembangunan dengan tidak mencemari lingkungan sekitar.

"Untuk masyarakat jika menemukan hal yang mengganggu dan meresahkan ketertiban umum segera laporkan kepada kami," kata dia.

Baca juga: Kejati Sulsel segera tetapkan tersangka korupsi honor Pol PP Makassar
Baca juga: Satpol PP siap bantu Sudinhub berantas terminal "bayangan" di Jakbar
Baca juga: Pelonggaran masker, Satpol PP Jaktim imbau warga tetap taat prokes

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel