Satu Bulan 11.350 Pekerja Migran Pulang ke Jatim, 126 Positif COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA

Sebanyak 11.350 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI telah pulang ke Indonesia melalui pintu Jawa Timur sepanjang April hingga Mei 2021. Dari jumlah itu, sebanyak 126 PMI dinyatakan positif COVID-19.

Data dari Satuan Tugas Penanganan PMI menyebutkan, 126 PMI yang positif COVID-19 adalah 96 pekerja di Malaysia, 17 pekerja di Singapura, lima pekerja di Hong Kong, tiga pekerja masing-masing di Brunai Darussalam dan Jepang, serta dua pekerja di Belanda.

Begitu terdeteksi terpapar COVID-19, mereka menjalani isolasi. Sampel mereka juga diambil lalu diuji laboratorium di ITD dan Balitbangkes Jakarta Pusat. "Untuk keperluan pemeriksaan lanjut," kata penanggung jawab RSLI, dr IDG Nalendra DI, Selasa, 1 Juni 2021.

Ia menambahkan, sampai saat ini sudah 48 sampel yang dikirimkan, dan masih menunggu hasilnya. Sedangkan dari sampel yang dikirimkan ke Balitbangkes, ada dua sampel yang terkonfirmasi varian baru COVID-19, yakni B117 (strain Inggris) dan B1351 (strain Afrika Selatan).

Nalendra menegaskan, dua TKI yang terpapar varian baru itu sempat dirawat di RSLI Surabaya dan kini sudah sembuh. Mereka melanjutkan isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing dengan pengawasan dinas kesehatan setempat serta pendampingan relawan pendamping pada 20 dan 24 Mei 2021.

Total TKI asal Jatim yang sudah sembuh dari COVID-19 sebanyak 67 orang. Rinciannya, 38 laki-laki dan 29 perempuan. Adapun yang masih dirawat sebanyak 59 orang. Rinciannya, 28 laki-laki dan 31 perempuan. "Mereka dirawat ketat sebagai antisipasi agar mereka tidak menjadi faktor penyebar COVID-19 dari luar negeri ke Indonesia, termasuk potensi varian baru COVID-19," ujar Nalendra.

Ia menambahkan, gelombang kepulangan TKI asal Jatim masih akan berlangsung hingga Juli mendatang. Jumlahnya bisa lebih dari 18 ribu orang. TKI yang bekerja di Malaysia paling diawasi karena terjadi peningkatan kasus positif di sana. "Kita harus tetap waspada dan mengantisipasi sejak dini jangan sampai kasus di Malaysia terjadi di Indonesia," ujar Nalendra.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel