Satu Bulan Menjelajah Mars, UEA, China dan AS Sudah Ngapain Saja

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satu bulan sudah sejak tiga negara berhasil memasuki orbit Planet Mars. Ketiganya yaitu Uni Emirat Arab (UEA), China dan Amerika Serikat (AS). Kabar terbaru dari penjelajah Perseverance milik NASA bahwa mereka berhasil melakukan test drive pertamanya selama 33 menit.

"Ini adalah kesempatan pertama kami menginstruksikan Perseverance untuk berputar. Responsnya sangat luar biasa. Kami sekarang yakin sistem penggerak kami baik untuk digunakan serta mampu membawa ilmu pengetahuan selama dua tahun ke depan," kata Insinyur NASA Anais Zarifian, seperti dikutip dari situs Phys, Rabu, 10 Maret 2021.

Baca: Mars Itu Lubang Neraka, Nyawa Manusia Melayang dalam 60 Detik

Selama perjalanan pertama, Perseverance melaju ke depan sejauh 13 kaki, melakukan belokan 150 derajat ke kiri dan berbalik 8 kaki. Penjelajah ini juga mampu mengarahkan kameranya ke lokasi pendaratan.

Beberapa hari yang lalu, China National Space Administration (CNSA) juga memberi kabar baik. Mereka merilis gambar-gambar Mars beresolusi tinggi yang ditangkap oleh wahana antariksa Tianwen-1 yang saat ini mengorbit planet merah.

Tianwen-1 yang terdiri dari pengorbit, pendarat, dan penjelajah ini berhasil memasuki orbit Mars pada 24 Februari 2021 setelah menempuh perjalanan hampir tujuh bulan dari Bumi.

CNSA pada 4 Maret 2021 merilis gambar dari permukaan Mars, dua pandangan dalam warna hitam putih dan satu gambar warna. Dua gambar hitam putih itu diambil ketika wahana berada sekitar 330 hingga 350 kilometer di atas permukaan planet merah tersebut.

Terlihat di sana terdapat bentang alam Mars, seperti kawah kecil, punggung gunung, dan bukit pasir yang terlihat jelas dalam gambar. Sedangkan gambar berwarna dihasilkan oleh kamera lain di pengorbit, yang menunjukkan Kutub Utara Mars.

Sedangkan wahana antariksa Hope milik UEA, juga telah mengirim gambar Mars beberapa hari setelah memasuki orbit planet tersebut. Kamera menangkap penampakan dari gunung berapi terbesar di Tata Surya, Olympus Mons, yang diambil dari ketinggian 24.700 kilometer.

Hope atau Al-Amal dalam bahasa Arab ini diharapkan mengirimkan lebih banyak informasi kembali ke Bumi pada September 2021 dengan data yang tersedia untuk dipelajari oleh para ilmuwan dari seluruh dunia.