Satu Desa di Flores Timur NTT Potensi Longsor, Menurut Citra Satelit

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melakukan analisis daerah terdampak bencana banjir Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan citra satelit.

Berdasarkan keterangan tertulis Lapan di Jakarta, Kamis, tim tanggap darurat bencana Lapan mendapati Desa Nelelamadike sebagai wilayah potensi terdampak bencana banjir dan longsor.

Desa Nelelamadike, Kecamatan lle Boleng, Kabupaten Flores Timur, terletak di kaki Gunung Api lle Boleng dengan ketinggian antara 140-300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Analisis dilakukan dengan menggunakan data citra satelit Pleiades terkait daerah terdampak bencana banjir sebagai respons terhadap bencana banjir dan longsor yang terjadi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada 4 April 2021.

Desa Nelelamadike beriklim tropis dengan rata-rata kemarau yang panjang sehingga vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut sangat jarang.

Terdapat alur sungai yang melewati Desa Nelelamadike, akan tetapi jarang terdapat aliran air mengingat daerah tersebut memiliki kemarau yang panjang.

Di sekitar alur sungai juga teramati banyak permukiman penduduk sehingga berpotensi terdampak luapan banjir apabila terjadi curah hujan yang sangat tinggi.

Lokasi desa Nelelamadike pada area lereng gunung yang terjal curam dengan sedikitnya vegetasi di daerah itu berpotensi untuk terjadinya bencana longsor. (ant)