Satu Grup di Liga Champions Musim Ini, AC Milan dan Liverpool Membangkitkan Kenangan 2 Final Bergengsi

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Grup B Liga Champions musim ini akan sangat seru. AC Milan, Liverpool, Atletico Madrid, dan Porto, berada di satu grup yang sama. Hasil drawing tersebut membangkitkan kenangan menarik pertemuan AC Milan dan Liverpool dalam dua final Liga Champions pada masa lalu.

AC Milan berada di pot 4 pada undian fase grup Liga Champions. Sejak awal, Rossoneri memang diprediksi bakal mendapatkan lawan yang sulit. Prediksi tersebut terjadi benar.

AC Milan harus bersaing dengan Liverpool, Atletico Madrid, dan Porto. Setelah tujuh tahun absen dari Liga Champions, Rossoneri harus berhadapan dengan tim-tim yang rutin tampil di Liga Champions beberapa musim terakhir.

Persaingan di grup ini akan sangat panas. Tidak hanya karena keempat tim berstatus tim-tim besar di liga masing-masing, tapi karena keberadaan Liverpool dan AC Milan, dua tim yang punya sejarah hebat di Liga Champions.

AC Milan merupakan klub dengan raihan trofi Liga Champions kedua terbanyak sepanjang sejarah dengan tujuh kali menjadi juara. Sementara Liverpool berada di peringkat ketiga, bersama Bayern Munchen, dengan jumlah raihan enam trofi.

AC Milan dan Liverpool juga pernah terlibat dalam pertempuran menarik di laga final Liga Champions. Tidak hanya satu kali, tapi dua kali. Berikut ulasan mengenai pertemuan kedua tim dalam dua final yang berlangsung sengit itu:

Istanbul 2005

Liverpool menjuarai Liga Champions 2005 setelah menang adu penalti atas AC Milan. (AFP/Francois Marit)
Liverpool menjuarai Liga Champions 2005 setelah menang adu penalti atas AC Milan. (AFP/Francois Marit)

Final ini merupakan satu di antara final Liga Champions yang paling legendaris. AC Milan berjumpa Liverpool di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul pada 25 Mei 2005.

AC Milan seperti sudah memegang separuh trofi lewat keunggulan tiga gol pada babak pertama. Paolo Maldini mencetak gol pada saat laga belum genap satu menit. Kemudian AC Milan mencetak gol lagi lewat Hernan Crespo pada menit ke-39 dan 44'.

Liverpool kemudian kembali masuk lapangan dengan luar biasa pada babak kedua. Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso ganti membobol gawang Dida. The Reds pun menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Pertandingan kemudian dilanjutkan hingga harus ditentukan melalui drama adu penalti. AC Milan merana, Liverpool berpesta.

Istanbul selalu memberikan memori indah bagi fans Liverpool, di mana mereka menang 3-2 dalam drama adu penalti dan membuat tim asuhan Rafael Benitez itu sukses angkat trofi untuk kelima kalinya dalam sejarah.

Athena 2007

AC Milan (7 kali juara) - AC Milan pernah memenangkan gelar juara Liga Champions dua kali berturut pada tahun 1989 dan 1990. Tahun juara: 1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, 2007. (AFP/Mstafa Ozer)
AC Milan (7 kali juara) - AC Milan pernah memenangkan gelar juara Liga Champions dua kali berturut pada tahun 1989 dan 1990. Tahun juara: 1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, 2007. (AFP/Mstafa Ozer)

Dendam AC Milan terhadap Liverpool terbalas hanya dua tahun berselang. Tepatnya di final Liga Champions 2007 yang digelar di Athena, Stadion Spyros Louis menjadi saksi ketajaman Filippo Inzaghi yang sukses dua kali membobol gawang Liverpool.

Filippo Inzaghi mencetak gol pada menit ke-45 dan 82'. Suporter AC Milan tidak akan lupa bagaimana cara Inzaghi mencetak gol, yaitu dengan membelokkan tendangan bebas Andrea Pirlo dengan punggung.

Liverpool sempat membuka harapan pada menit ke-89 lewat gol Dirk Kuyt. Tapi, tidak ada lagi performa heroik dari The Reds. AC Milan memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.

Bagaimana Hasil Pertemuan Musim Ini?

Liga Champions - UEFA Champions League Group (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga Champions - UEFA Champions League Group (Bola.com/Adreanus Titus)

Liverpool puya skuad yang sangat matang dan kompetitif pada musim 2021/2022. The Reds bisa dikatakan sedikit lebih unggul daripada AC Milan berdasarkan materi pemain. Tim asuhan Jurgen Klopp lebih gemerlap untuk Liga Champions musim ini.

Tapi, AC Milan punya beberapa figur yang membuat mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. AC Milan punya Paolo Maldini yang bisa menggelorakan skuad Rossoneri dengan cerita kejayaan klub pada masa lalu.

AC Milan juga punya Zlatan Ibrahimovic yang dikenal memiliki kepercayaan diri sangat tinggi. Ibrahimovic bisa menyuntikkan mental pemenang bagi skuad Rossoneri.

Sumber: Bola

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, published 27/8/2021)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel