Satu jembatan runtuh dan ratusan rumah terendam di Kotawaringin Timur

Banjir yang melanda belasan desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah telah merendam ratusan rumah warga, bahkan satu unit jembatan kecil runtuh atau ambruk akibat derasnya arus air.

"Ketinggian air di beberapa desa ada yang berkisar 50 centimeter sampai 100 centimeter, ada pula yang sudah mencapai 2,5 meter. Curah hujan masih tinggi di hulu," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur, Rihel di Sampit, Jumat.

Baca juga: Banjir rendam dua kecamatan di Kotawaringin Timur

Rihel mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya Jumat pagi, banjir melanda Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai, Antang Kalang, Parenggean dan Kota Besi. Banjir terjadi akibat sungai meluap setelah hampir setiap hari diguyur hujan deras dalam pekan ini.

BPBD turun memantau perkembangan banjir di sejumlah lokasi. Koordinasi juga terus dilakukan dengan pemerintah desa untuk mengetahui perkembangan banjir dari waktu ke waktu.

Baca juga: Banjir di Kotim meluas rendam 22 desa

Beberapa warga ada yang mengungsi ke rumah kerabat mereka yang tidak terkena banjir. Warga yang masih bertahan di lokasi banjir juga diimbau selalu waspada demi keselamatan jika kondisi banjir dikhawatirkan bertambah parah.

Pemerintah desa sudah diminta melaporkan warga yang menjadi korban banjir. Laporan juga diperlukan untuk mengetahui jika ada warga yang memerlukan bantuan kebutuhan pokok sehingga bisa segera didistribusikan.

Baca juga: Pendistribusian bantuan banjir di Kotawaringin Timur terhambat medan

"Saat ini di Desa Tewai Hara Kecamatan Bukit Santuai, Desa Tumbang Manya,Tumbang Kalang, Rasau Tumbuh dan Hanjalipan mulai terendam. Termasuk ada enam desa di Kecamatan Parenggean, dengan 341 unit rumah yang terendam. Untuk banjir di Tewai Hara, Tumbang Manya, Tumbang Kalang, Rasau Tumbuh dan Hanjalipan, kami masih berkoordinasi terkait berapa rumah yang terendam," ujar Rihel.

Sementara itu, derasnya arus banjir membuat Jembatan Sungai Babi di Desa Karang Sari, Kecamatan Parenggean ambruk pada Kamis (8/9) malam. Akibatnya lalu lintas menuju ke Kecamatan Tualan Hulu dialihkan melalui jalan milik perusahaan tambang.

Baca juga: Kotim salurkan beras sumbangan gotong royong untuk korban banjir

"Pak Bupati telah menginstruksikan kami bersama DPUPR untuk segera melakukan penanganan supaya jembatan tersebut dapat dilintasi kembali. Kami bersama DPUPR akan ke lapangan untuk melakukan perbaikan," kata Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan Raihansyah.

Masyarakat di lokasi banjir diimbau untuk selalu waspada terhadap kemungkinan banjir yang bertambah parah. Keselamatan harus selalu diutamakan dalam setiap situasi dan tindakan di lokasi bencana.

Baca juga: Banjir di pedalaman Kotawaringin Timur Kalteng semakin tinggi
Baca juga: Pendistribusian bantuan banjir di Kotawaringin Timur terhambat medan