Satu Kader Demokrat Jatim Dikabarkan Hadiri KLB, Emil: Misrepresentasi

Hardani Triyoga, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satu pengurus Partai Demokrat Jawa Timur dikabarkan mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang yang diinisiasi eks kader dan Moeldoko beberapa waktu lalu. Namun, Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil Elistianto Dardak membantah hal tersebut. Menurut Emil, yang terjadi dalam hal ini karena misrepresentasi.

“Maksudnya ada potensi misrepresentasi. Jadi, kalau suara sah kita sudah apel dan aman. Cuma misrepresentasi ada orang yang mengatasnamakan gitu loh. Nah, ini yang akan kita pastikan dulu,” kata Emil saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon genggam pada Selasa, 9 Maret 2021.

Wakil Gubernur Jawa Timur itu mengatakan, sebetulnya misrepresentasi ini dialami banyak kader Demokrat dalam menanggapi KLB Deli Serdang. “Tapi, mereka itu sebenarnya juga punya satu situasi yang dibuat bingung dan terancam sehingga kini banyak mereka yang menyampaikan ke DPP untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Emil.

Pun, ia tak membantah atau mengiyakan terkait ada atau tidaknya pengurus Demokrat Jatim yang hadir ke KLB. Ia tetap dengan jawaban awal bahwa ada potensi misrepresentasi soal itu. "Karena gini, terus terang ada potensi misrepresentasi,” tutur Emil.

“Bahwasanya mereka dalam keadaan yang bingung merasa khawatir dan takut, itulah yang membuat mereka khawatir dan takut saat memutuskan dan sekarang yang ke DPP menjelaskan itu. Kita tunggu, biar tidak simpang siur jadi satu pintu,” tambah Emil.

Sebelumnya, Emil menegaskan bawa pengurus dan kader Demokrat Jatim tetap solid dan setia kepada Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Ia menegaskan itu setelah pihaknya melaksanakan apel secara virtual yang diikuti seluruh pengurus Demokrat Jatim dan pengurus cabang se-Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, KLB Demokrat di Hotel The Hill, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diinisiasi eks kader seperti Jhoni Alen Marbun dan kawan-kawan. KLB itu menghasilkan keputusan memilih Moeldoko sebagai ketua umum.

Jhoni menyebut KLB tersebut adalah suara hati kader yang ingin Demokrat kembali ke jalurnya yang demokratis.

AHY pun langsung menolak KLB itu. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tak menyangka Moeldoko benar-benar melakukan pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat. Padahal, kata SBY, sebulan sebelumnya Moeldoko mengaku tidak tahu-menahu dengan urusan internal Demokrat.

"Hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini. Memang banyak yang tercengang. Banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini," kata SBY dalam konferensi pers, Jumat malam, pekan lalu.

Baca Juga: AHY Melawan, Hamid Awaluddin Sarankan Moeldoko Bersikap Kesatria