Satu Kata Sederhana Bisa Bujuk Orang Setuju dengan Anda, Apa Itu?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Selama lebih dari 35 tahun, Profesor Psikologi Robert Cialdini mempelajari ilmu persuasi untuk mencari tahu apa yang membuat orang berkata "ya" atau setuju dengan lawan bicaranya.

Mengutip CNBC, Rabu (26/5/2021), salah satu trik yang ditemukan Cialdini adalah sesederhana melakukan satu hal, yaitu meminta nasihat. Tetapi kuncinya, adalah Anda harus menggunakan kata "nasihat" atau “advice.”

“Katakanlah Anda memiliki ide dan ingin mendapatkan dukungan dari rekan kerja sehingga dapat meningkatkannya dan membuatnya diadopsi oleh atasan,” kata Cialdini.

Biasanya, orang akan menanyakan pendapat rekan kerja mereka. Tapi itu salah, menurut penelitiannya. “Ketika meminta pendapat seseorang, Anda mendapatkan kritik,” kata Cialdini.

Kata "opini," justru memicu orang lain untuk mundur dari Anda secara psikologis dan menjadi kritis terhadap ide Anda, tambah dia.

Mendapatkan nasihat sama dengan mendapatkan dukungan

Ilustrasi sukses, berhasil, jabat tangan. (Photo by Cytonn Photography on Unsplash)
Ilustrasi sukses, berhasil, jabat tangan. (Photo by Cytonn Photography on Unsplash)

Tapi "ternyata jika Anda mengubah satu kata, dan alih-alih meminta 'pendapat' orang itu, [dengan] Anda meminta 'nasihat' orang itu, mereka mengambil langkah ke arah Anda," imbuhnya.

Kata “nasihat” memicu orang tersebut untuk melihat diri mereka sendiri sebagai rekan dalam menempa idenya dan mitra lebih berguna daripada kritik.

Menurut Cialdini, penelitian menunjukkan bahwa menggunakan kata "nasihat" daripada "opini" memberi Anda "reaksi yang jauh lebih baik terhadap gagasan yang sama".

“Ada kutipan yang dikaitkan dengan [novelis Saul Bellow] yang mengatakan, 'Ketika kami meminta nasihat, kami biasanya mencari kaki tangan,'” kata Cialdini.

Sains mendukung hal itu, menurut Cialdini.

"Jika Anda mendapatkan nasihat itu, Anda mendapatkan kaki tangan itu," katanya.

Cialdini menguraikan banyak trik persuasi lainnya yang dia teliti dalam buku terlaris New York Times tahun 1984 yang baru direvisi berjudul "Influence: The Psychology of Persuasion."

Reporter: Priscilla Dewi Kirana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel