Satu Keluarga di Kalideres Jakbar Tak Meninggal Bersamaan, Ini Buktinya

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengungkapkan, satu keluarga di Perumahan Citra Garden Jakarta Barat tidak tewas secara bersamaan. Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce mengatakan keterangan dari dokter forensik, waktu kematian korban diperkirakan tiga minggu lalu.

"Berdasarkan keterangan dokter forensik bahwa kematian ini dari tiga minggu yang lalu," kata dia di Polres Metro Jakbar, Jumat (11/11).

Pasma belum membeberkan secara gamblang perbedaan waktu antara satu korban dengan korban lain. Dia hanya menyampaikan, bapaknya, ibunya, iparnya tidak tewas berbarengan.

"Sehingga pembusukannya masing-masing berbeda-berbeda," ujar dia.

Di sisi lain, kata Pasma, pemeriksaan tim dokter forensik juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban.

Pemeriksaan organ lambung menunjukkan mereka tidak ada makan dan minum dalam waktu yang cukup lama. Kondisi itu terlihat dari otot-ototnya yang sudah mengecil.

"Seperti yang saya sampaikan seperti keterangan dokter forensik tadi pagi yang menyampaikan kepada kami, bahwa di dalam lambungnya tidak ada isi makanan," ujar dia.

Tim dokter berencana memeriksa hati dan organ-organ lain guna mengetahui secara jelas penyebab kematian para korban.

"Tim akan melakukan pendalaman lagi," ujar dia.

Sebelumnya, ditemukan empat mayat di dalam rumah yang berada di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Penemuan mayat itu dibenarkan oleh Kanit Reserse Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendy.

"Iya (ditemukan empat mayat di dalam satu rumah)," kata Avrilendy saat dikonfirmasi merdeka.com.

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar pada Kamis (10/11) kemarin yang kemudian dilaporkan kepada RT setempat.

"Kemarin (ditemukan), ada yang laporan ke RT karena bau nyengat dari luar," ujarnya.

Reporter: Ady Anugrahadi [ray]