Satu Korban KM Wicly Tenggelam Ditemukan Tewas di Tengah Laut

·Bacaan 1 menit

VIVA – Satu Korban Kapal KM Wicly Jaya Sakti yang tenggelam di Tengah laut Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, akhirnya ditemukan dan langsung dibawa ke Puskesmas Nipah Panjang Jambi.

Informasi dihimpun VIVA, satu korban ditemukan berjenis kelamin perempuan dewasa dan dinyatakan tewas saat kapal tenggelam. Hanya saja kartu Tanda penduduk tidak ditemukan dari korban.

Danpal KP 2008 Nipah Panjang Pol, Airud Polda Jambi , Aiptu Muliadi yang mengevakuasi korban ke Nipah panjang mengatakan, saat kapal tenggelam, ada 8 orang dinyatakan hilang dan 18 orang selamat.

"Yang selamat ada 18 orang diantaranya 13 penumpang dan 5 kru kapal dan 8 orang hilang dan semua berjumlah 26 orang," ujarnya, Minggu, 23 Mei 2021.

Muliadi mengatakan, saat dapat informasi kapal tenggelam tepat sabtu pagi, 22 mei 2021, tim Polairud Polda Jambi, Basarnas, TNI dan warga langsung turun melakukan pencarian. Tepat sekitar pukul 22.00 WIB, satu korban ditemukan oleh warga yang saat itu mengapung di laut.

"Saat ditemukan nelayan, langsung mengonfirmasi ke petugas pencarian dan tim langsung meluncur ke tempat penemuan tepatnya di sungai sayat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau," katanya.

Muliadi menyebutkan, tim pencarian gabungan langsung membawa jenazah ke Dermaga TPI Nipah Panjang untuk dilakukan visum, sambil menunggu kabar pihak keluarga yang kehilangan warganya.

"Kalau KTP jenazahnya tidak ditemukan dan bagi warga yang kehilangan warganya bisa langsung mengonfirmasi ke pihak petugas pencarian korban kapal tenggelam," katanya.

Diketahui, Sabtu pagi, 22 Mei 2021 sekitar pukul 06.00 WIB, sebuah kapal KM Wicly Jaya Sakti bermuatan barang dan penumpang sebanyak 26 orang tenggelam di tengah Laut Tanjung Jabung. Sebanyak 18 orang selamat dan 8 orang dinyatakan hilang.

Baca juga: KM Wicly Tenggelam Dihantam Ombak, 8 Penumpang Hilang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel