Satu Korban Luka Bakar Kilang Balongan Meninggal Dunia

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satu pasien korban luka bakar akibat kebakaran empat tangki Kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berinisial IA (17) meninggal dunia. Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama 12 hari.

"Korban berinisial IA (17) meninggal dunia pada Jumat (9/4) pukul 22.49 WIB," kata General Manager Kilang Balongan Hendri Agustian melalui pesan tertulis yang diterima di Indramayu, Sabtu.

Hendri menjelaskan IA merupakan korban luka bakar yang langsung mendapatkan perawatan setelah kejadian kebakaran empat tangki di Balongan.

Korban diketahui sempat dirawat di rumah sakit di Indramayu. Namun, karena kondisi yang cukup parah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Pusat RSPP Jakarta untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif dari dokter spesialis dan perawat yang pengalaman dalam penanganan luka bakar.

"Korban menjalani perawatan maksimal di Burn Unit RSPP Jakarta selama 12 hari," tuturnya.

Hendri mengatakan IA merupakan warga Desa Junti, Kabupaten Indramayu, yang pada saat terjadi insiden kebakaran tangki Balongan tengah melintasi lokasi.

Pun, Pertamina, kata dia, menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya dan akan bertanggungjawab untuk memberikan penanganan terbaik selanjutnya bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. Pertamina juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban atas kehilangan yang sangat berat ini.

"Mewakili Pertamina, saya menyampaikan rasa duka terdalam atas kepergian almarhum. Kami memohon maaf, karena ikhtiar yang dilakukan tidak dapat menyelamatkan almarhum," ujarnya.

Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu mengalami kebakaran hebat pada Senin dini hari, 29 Maret 2021 sekitar pukul 01:00 WIB. Akibatnya puluhan korban mengalami luka ringan dan luka berat yang kini masih dalam perawatan di rumah sakit.

PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) VI Balongan merupakan kilang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero). Kegiatan bisnis utamanya dengan mengolah minyak mentah menjadi produk-produk Bahan Bakar Minyak (BBM), non BBM dan Petrokimia.

RU VI Balongan mulai beroperasi sejak 1994. Kilang ini berlokasi di Indramayu (Jawa Barat) sekitar ±200 km arah timur Jakarta, dengan wilayah operasi di Balongan, Mundu dan Salam Darma. Bahan baku yang diolah di Kilang RU VI Balongan adalah minyak mentah Duri dan Minas yang berasal dari Riau. (Ant)