Satu Lagi Korban Kakek Predator Seks di Tangsel Melapor ke Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan mendampingi satu korban kakek predator seks N alias AH (63). Korban diketahui baru membuat laporan ke polisi. Sebelumnya, tiga korban telah melaporkan peristiwa pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan N di kampung Sukamulya.

"Bertambah satu korban yang melapor, jadi empat orang. Karena dia (korban) orang susah, dia enggak punya kendaraan, enggak ada ongkos ke Polres, makanya kita dampingi membuat laporan ke Polres," kata Kepala UPT P2TP2A Tangsel, Tri Purwanto, dikonfirmasi, Rabu (2/11).

Tri menjelaskan, satu korban yang baru membuat laporan itu, diduga mengalami tindakan pencabulan oleh kakek N. Namun Tri, enggan merinci tindak kekerasan yang dialami korban anak berusia 14 tahun itu

"Korban usia sekolah, umur 14 tahun. Pengakuannya dicabuli. Untuk detail tanyakan ke PPA Polres," ucap dia.

Tri menegaskan, empat anak korban kakek predator saat ini telah menjalani pemeriksaan polisi dengan didampingi tim P2TP2A Tangsel. Sementara dari empat korban anak itu, baru satu korban mendapat pendampingan psikolog.

"Kalau BAP polisi sudah semua. Untuk pemeriksaan psikologi kemarin kami jadwal dua orang, tapi yang datang satu. Jadi di-reschedule Kamis besok, untuk dua korban yang awal. Untuk yang baru membuat laporan Polisi, sedang proses BAP," kata dia.

Dalam perkara ini, polisi telah menahan kakek N. Dia telah diamankan Unit PPA Polres Tangsel. "Yang aki-aki (kakek) sudah kami amankan, itu sudah sepekan. Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan di Polres Tangsel," terang Kanit PPA Polres Tangsel, Iptu Siswanto.

Dia menegaskan baru menerima tiga laporan para korban kebejatan Kakek N. Dari tiga korban yang berusia siswa SMP, dua di antaranya dicabuli dan seorang lagi disetubuhi. "Tiga, ada persetubuhan dan cabul juga," terangnya. [cob]