Satu Lagi Korban Longsor Cenrana Maros Ditemukan Meninggal Dunia, Empat Masih Hilang

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban tewas akibat tanah longsor di Dusun Moncong Jai, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Jumat (30/12). Total sudah dua orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan empat lainnya masih hilang

Kepala Operasi Penyelamatan dan Pencarian Basarnas Sulsel Muh Rizal mengatakan, korban belum diketahui identitasnya ini ditemukan dalam timbunan lumpur.

"Satu orang sudah ditemukan. Saat ini korban sudah dibawa oleh tim DVI Polda Sulsel untuk dilakukan identifikasi," ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Kepala Bidang Operasi Dinas Pemadam Kebakaran Makassar Cakrawala yang turut turun melakukan pencarian menjelaskan korban juga terhimpit potongan kayu. "Saat ditemukan korban masih tertimbun lumpur dan beberapa bagian tubuh terhimpit potongan batang kayu," ungkapnya.

Cakrawala menambahkan setelah ditemukannya korban kedua, tim SAR gabungan akan melakukan pencarian di sungai. Ia mengaku saat ini pihaknya masih menyusun peralatan penyelaman.

"Sementara tim SAR gabungan menyusun peralatan untuk turun dalam pencarian bawah," kata dia.

Total sudah dua korban meninggal dunia yang ditemukan dan dievakuasi tim SAR gabungan. Tim SAR gabungan masih akan mencari empat orang lainnya.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Sulsel Djunaedi mengatakan hujan deras disertai angin kencang menyebabkan longsor di Dusun Moncong Jai, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian terhadap enam warga yang dilaporkan tertimbun tanah longsor.

"Laporan yang kami terima, enam orang warga tertimbun longsor. Pencarian yang dilakukan sejak Selasa (28/12), satu orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/12).

Djunaedi mengungkapkan identitas korban meninggal dunia bernama Ilham (48). Jasad korban meninggal langsung dievakuasi ke Puskesmas Cenrana, Maros.

"Sementara lima orang warga lainnya tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. Alat berat sudah dikerahkan dan semoga bisa cepat ditemukan," kata Djunaedi.

Dia menambahkan identitas lima warga yang belum ditemukan yakni Dilla (16), Emi (47), Rimang (80), Adel (12), dan Cellung (2). Selain menyebabkan korban jiwa, bencana tanah longsor juga menyebabkan jalan provinsi Kabupaten Maros dan Bone.

"Kemarin malam bahkan menyebabkan kemacetan hingga 4 Km. Longsoran menutup seluruh badan jalan, sehingga tidak bisa dilalui," ucapnya. [yan]