Satu Lagi Korban Tenggelam di Pantai Bengkung Ditemukan Meninggal

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tim gabungan dari Polisi, TNI AL, Basarnas dan relawan lainnya menemukan satu jenazah wisatawan dari tiga wisatawan yang masih hilang di Pantai Batu Bengkung, Kabupaten Malang. Jenazah yang ditemukan teridentifikasi sebagai Fikri (20 tahun) mahasiswa Institut KH Abdul Chalim Mojokerto.

Kasat Polair Polres Malang, Ajun Komisaris Polisi Totok Suprapto mengatakan, jenazah Fikri ditemukan sekira pukul 15.30 WIB. Dia ditemukan di kawasan pantai Ngudel (anak pantai Mbuncaran), selanjutnya korban dievakuasi ke Posko di Pantai Batu Bengkung desa Gajahrejo, Gedangan.

"Sebelumnya, kita lakukan pencarian sejak pukul 07.30 WIB hingga 16.30 WIB. Pencarian untuk menemukan 3 orang yang masih hilang. Diketemukan Fikri dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, kami bawa ke Kamar Mayat RSSA untuk di autopsi," kata Totok.

Fikri merupakan warga Sikabu, desa Lakitan Timur, Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dengan ditemukannya Fikri tinggal Maulana Muhammad Al-Farizi (20 tahun), dan Dimas Riza Nurul Hakim (21 tahun) yang belum diketemukan. Mereka tergulung ombak besar di pantai ini.

Sebelumnya, dari 6 wisatawan yang tergulung ombak. Dua wisatawan ditemukan meninggal dunia yakni, Azizah Zahiro Abdul Latif (21 tahun) rombongan mahasiswa Institut KH Abdul Chalim dan Linda Pravita Sari (26 tahun) rombongan Kota Mojokerto, Rabu, 26 Mei 2021. Sedangkan, satu korban Aprilia kondisinya kritis dan di rawat di RSSA Kota Malang.

Sementara Kapolres Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Umar mengatakan, pencarian diperluas hingga 5 Mil dari TKP 6 wisatawan tenggelam. Bahkan Basarnas Surabaya telah membawa peralatan canggih untuk menunjang proses pencarian terhadap korban tenggelam.

"Bahkan sudah hadir langsung dari Basarnas provinsi untuk membawa peralatan yang diperkirakan bisa menunjang. Sehingga proses pencarian korban yang belum ditemukan ini bisa segera ditemukan. Pencarian diperluas sekitar 5 Mil, kan nanti disesuaikan dengan kapal yang sudah disediakan Basarnas," ujar Hendri Umar.

Hendri Umar menuturkan, soal kelalaian penjaga pantai atau pengelola pantai Bengkung. Polisi belum bisa menyimpulkan. Sebab, pengamatan polisi di lapangan pengelola pantai sudah memasang sejumlah rambu-rambu atau papan peringatan bagi wisatawan yang mendekati garis pantai.

"Kalau itu saya belum bisa menyimpulkan, nanti. Kita evaluasi, kemarin saya lihat di beberapa pelosok pantai itu, ada papan peringatan untuk tenang untuk berhati-hati, jadi memang karena ombaknya besar, kemudian posisi pantai," tutur Hendri Umar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel