Satu Lagi Warga Kulit Hitam Tewas Ditembak Polisi di AS

Daurina Lestari, Dinia Adrianjara

VIVA – Seorang pemilik restoran yang memberi makanan gratis kepada petugas polisi, ditembak mati oleh polisi di tengah aksi protes Black Lives Matter di Kentucky.

David McAtee tewas ketika petugas polisi dan tentara Garda Nasional memberlakukan jam malam di Louisville, di tengah gelombang protes yang menyerukan keadilan bagi George Floyd. Keluarga McAtee mengatakan dia meninggal saat berusaha melindungi keponakannya yang juga tertembak tetapi selamat.

Pemilik restoran yang merupakan tokoh masyarakat yang dicintai, dibunuh oleh polisi tepat setelah tengah malam pada hari Senin awal pekan ini. Tubuhnya ditemukan terbaring di tempat yang sama di mana dia ditembak pada pukul 10.45 keesokan harinya.

Kepala polisi Louisville, Steve Conrad, dipecat setelah wali kota Greg Fischer mengetahui bahwa petugas tidak mengaktifkan atau memakai kamera tubuh di tempat kerusuhan dimana McAtee ditembak.

"Jenis kegagalan institusional ini tidak akan ditoleransi. Oleh karena itu, saya telah membebastugaskan Steve Conrad dari tugasnya," kata Fischer, dikutip Metro, Kamis 4 Juni 2020.

Pengacara mengatakan bahwa otoritas federal dan polisi negara bagian akan menyelidiki keadaan sekitar kematian McAtee.

Polisi mengatakan mereka merespons tembakan dari kerumunan, tetapi saksi mata mengatakan kerumunan itu tidak berdemonstrasi ketika polisi tiba dan dikepung oleh tentara. Keluarga dan saksi McAtee mengatakan kelompok itu tidak memprotes, tetapi lingkungan itu bertemu setiap minggu di jalan untuk memainkan musik dan pemilik restoran menyediakan makanan.

Baca juga: Abaikan Trump, Menhan AS Tarik Tentara dari Washington ke Barak