Satu Pasien COVID-19 Klaster Arisan di Bekasi Meninggal Dunia

·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang warga Taman Harapan Baru, Pejuang Medan Satria Kota Bekasi meninggal dunia. Warga yang meninggal merupakan satu di antara pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Betul ada yang meningga satu orang, dari klaster arisan dan hajatan di Pejuang pada Minggu, 13 Juni," kata Camat Medan Satria, Lia Erlina, Senin, 14 Juni 2021.

Hanya saja, kata Lia, warga yang meninggal bukan yang datang ke acara arisan dan hajatan. Kuat kemungkinan beliau adalah orang yang tertular. "Mungkin dia yang tertular malah," ujarnya.

Lia menjelaskan, warga yang meninggal itu sempat mendapat perawatan di rumah sakit lantaran memiliki komorbid atau penyakit bawaan. Hingga kini, menurut Lian, pihaknya masih melaksanakan PPKM Mikro.

Selain melakukan pengawasan, petugas telah melakukan pengecekan kepada 47 warga yang menjalani isolasi mandiri.

"Kita hari ini sudah memonitoring bersama jajaran tiga pilar, lurah, juga kapolsek dengan tim kita tetap upaya yang dilakukan oleh satgas covid kecamatan melakukan pemantauan, monitoring, pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan isoman tentunya dan terhadap pelaksanaan lockdown yang kita lakukan di RT02,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Pejuang Isnaini mengatakan, warga tersebut meninggal pada Minggu, 13 Juni 2021. Pasien tersebut selama ini menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi.

"Karena selama ini pasien memiliki riwayat bawaan seperti jantung, ginjal dan diabetes," katanya.

Sejauh ini, kata dia, keluarga pasien yang meninggal masih ada yang positif COVID-19 dan masih menjalani isolasi mandiri. "Usia pasien yang meninggal 60 tahun, untuk keluarganya menjalani isolasi mandiri," katanya.

Untuk status lockdown, kata Isnaini, masih diperketat sampai kondisi aman. Bahkan, kata dia, jumlah orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 47 orang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel