Satu pasien XBB ditemukan di Bandung, Dinkes: kondisinya sudah sehat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Jawa Barat menyatakan ada satu pasien yang terkonfirmasi COVID-19 varian XBB di Kota Bandung, namun saat ini kondisinya sudah kembali sehat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, Ira Dewi Jani di Bandung, Rabu mengatakan hal itu dipastikan usai pemeriksaan spesimen di Laboratorium Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB.

"Per 10 November sudah dinyatakan negatif," katanya.

Menurutnya varian XBB yang menjangkiti pasien di Kota Bandung ini berasal dari transmisi lokal karena pasien itu bukan pelaku perjalanan. Pasien tersebut pun dalam kondisi sudah divaksin hingga booster pertama.

Dia menjelaskan gejala yang dialami pasien tersebut relatif ringan, yakni demam, batuk, dan merasakan pegal pada badan.

“Jadi tidak spesifik seperti ada anosmia. Itu saja keluhannya. Dan hari ketiga tes usap sampai selesai isolasi mandiri, sudah tidak ada gejala lagi. Saat ini sudah dinyatakan sehat,” kata Ira Dewi Jani.


Anosmina adalah gejala kehilangan indra penciuman

Pihaknya meminta kepada masyarakat Kota Bandung untuk tidak panik terkait adanya satu kasus XBB tersebut. Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat guna mengetatkan kembali protokol kesehatan dan juga melakukan vaksinasi.


Sementara itu, Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Bandung Asep Gufron mengatakan satu pasien itu merupakan warga yang berdomisili di Kecamatan Sukasari.

Menurutnya pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan epidemiologi setelah kasus tersebut ditemukan. Namun, kata dia, orang-orang yang mengalami kontak erat terhadap pasien itu semuanya dinyatakan negatif COVID-19.

"Sekarang pasien kondisinya sudah pulih, Alhamdulillah baik-baik saja," demikian Asep Gufron.

Baca juga: Menkes: Meningkatnya kasus COVID-19 karena munculnya subvarian baru

Baca juga: Kemenkes: XBB dan BQ.1 mulai mendominasi kasus COVID-19 di Indonesia

Baca juga: Satgas IDI mewaspadai ancaman subvarian XBB dan XBC di Indonesia

Baca juga: Pemerintah: BOR rumah sakit dan "angka positif" COVID-19 meningkat