Satu Prajurit TNI Korban Penyerangan Posramil Maybrat Dirujuk ke Jakarta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Prajurit TNI, Serda Imanuel Wenatubun yang menjadi korban penyerangan Posramil Kisor Maybrat, Papua Barat, dirujuk ke Jakarta, Minggu (5/9/2021). Anggota Yonif 713/ST Korem 133/NW Kodam XIII/Merdeka ini terluka dalam insiden tersebut.

"Serda Imanuel dirujuk dari Rumah Sakit TNI Angkatan Darat atau Rumkit Tk. IV 18.04.01 dr. Aryoko Sorong menuju RSPAD Gatot Subroto Jakarta dengan menggunakan pesawat," kata Kepala Penerangan Korem 181/PVT Sorong Mayor Inf Puguh Prandono dikutip dari Antara.

Pascainsiden penyerangan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata di Posramil Maybrat, Serda Imanuel yang mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu di RSUD Scholoo Keyen Sorong Selatan.

Selanjutnya Serda Imanuel dievakuasi ke Rumkit Tk. IV 18.04.01 dr. Aryoko Sorong, Papua Barat untuk penanganan lanjutan.

Hasil pemeriksaan terhadap kondisi Serda Imanuel menunjukkan bahwa korban belum bisa bicara atau hanya dapat berkomunikasi lewat isyarat.

Disebutkan pula bahwa evakuasi korban didampingi Dokter Rumkit Tk.IV 18.07.01 Aryoko Sorong Letda Ckm dr. Wahyudi, ibu kandung korban Ny. Dina Atriana Tudang, dan saudara kandung korban bernama Wenatubun.

2 Pelaku Ditangkap

Ilustrasi - Sejumlah senjata dan amunisi yang disita TNI dari kelompok separatis usai terlibat baku tembak di Intan Jaya, Papua. (dok TNI)
Ilustrasi - Sejumlah senjata dan amunisi yang disita TNI dari kelompok separatis usai terlibat baku tembak di Intan Jaya, Papua. (dok TNI)

Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa menegaskan, petugas telah mengamankan dua penyerang Pos Koramil Persiapan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

"Mereka mengakui perbuatannya," kata Pangdam usai upacara pelepasan jenazah empat prajurit TNI AD yang meninggal dalam penyerangan Maybrat ke kampung halamannya, Jumat (3/9/2021).

Kedua pelaku tersebut hingga saat ini masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian.

Menurut Pangdam, mereka mengakui turut mengambil bagian dalam penyerangan yang menewaskan empat prajurit TNI AD di Maybrat.

"Kami belum tahu berapa banyak pelaku karena baru dua yang diamankan," ujarnya seperti dikutip Antara.

Pangdam mengimbau masyarakat Papua Barat yang masih berseberangan untuk menghentikan konflik, kemudian bersama-sama membangun provinsi ini demi kesejahteraan rakyat.

"Apabila masih keras kepala dan terus lakukan perlawanan, akan dihancurkan," katanya menegaskan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel