Satuan Tugas laporkan tambahan 2.717 kasus COVID-19

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada Minggu melaporkan tambahan 2.717 kasus positif COVID-19 sehingga jumlah akumulatif kasus infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 di Indonesia sejak awal pandemi sampai sekarang seluruhnya 6.490.622 kasus.

Menurut data Satuan Tugas, tambahan kasus paling banyak berasal dari DKI Jakarta (1.081), disusul Jawa Timur (402), Jawa Barat (328), Banten (182), dan Jawa Tengah (175).

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 pada Minggu dilaporkan bertambah 1.895 orang sehingga jumlah akumulatif penderita infeksi virus corona yang sudah sembuh seluruhnya menjadi 6.307.481 orang.

Tambahan pasien COVID-19 yang sembuh paling banyak juga berasal dari DKI Jakarta (720), disusul Jawa Timur (379), Sulawesi Selatan (197), Jawa Barat (148), serta masing-masing 119 orang dari Banten dan Jawa Tengah.

Satuan Tugas juga mencatat 26 kasus kematian akibat COVID-19 pada Minggu. Dengan demikian, jumlah akumulatif warga yang meninggal dunia karena penyakit itu seluruhnya mencapai 158.597 orang.

Jumlah kasus aktif, yang mencakup penderita COVID-19 yang menjalani perawatan dan atau karantina, tercatat bertambah 796 pada Minggu.

Menurut data Satuan Tugas, penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan atau karantina saat ini sebanyak 24.544 orang.

Selain itu, ada 2.532 orang yang dikategorikan sebagai suspek atau diduga terserang COVID-19.

Pemerintah masih melanjutkan upaya pencegahan dan pengendalian penularan COVID-19, termasuk melaksanakan vaksinasi dan kampanye penerapan protokol kesehatan.

Selain itu, pemerintah mewaspadai potensi persebaran subvarian baru virus corona penyebab COVID-19 dari luar negeri, utamanya dari negara-negara yang belakangan mengalami peningkatan kasus infeksi virus corona.

Kenaikan kasus COVID-19 dilaporkan terjadi di Australia, Malaysia, India, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Korea Selatan, Perancis, Rusia, Belanda, Vietnam, Jepang, Selandia Baru, Filipina, Thailand, China, Spanyol, dan Kanada.

Oleh karena itu, pemerintah mengintensifkan kembali pengawasan lalu lintas orang dan barang dari luar negeri, khususnya dari negara-negara yang melaporkan penularan virus corona sub-varian Omicron XBB.

Pemerintah juga meningkatkan surveilans di pintu-pintu masuk ke wilayah Indonesia serta mempercepat penuntasan vaksinasi COVID-19 primer maupun penguat.

"Mari kita jadikan pemakaian masker dan cuci tangan sebagai gaya hidup. Kemudian yang kedua, ayo lengkapi dosis vaksinasi kita," kata Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan Achmad Farchanny Tri Adryanto.

Baca juga:
Bandara Soetta perketat pengawasan kedatangan penumpang internasional
Wakil Presiden minta warga waspadai penularan varian Omicron XBB