Saudi akan Bangun Pencakar Langit Terbesar di Dunia Senilai Rp14.000 Triliun

Merdeka.com - Merdeka.com - Arab Saudi akan membangun gedung terbesar di dunia di sebelah barat laut negeri. Demikian dilaporkan harian the Wall Street Journal (WSJ) setelah mendapat dokumen ratusan halaman tentang rencana pembangunan itu.

Bangunan yang disebut the Mirror Line itu akan meliputi dua gedung pencakar langit berlapis kaca setinggi 499 meter (3 kali lebih tinggi dari Monas) yang membentang 120 kilometer di sepanjang pesisir, pegunungan, dan dataran gurun.

Dua gedung itu akan dihubungkan dengan jalur pejalan kaki dan jalur kereta cepat yang berada di bawahnya. Pembangunan dua gedung ini diperkirakan akan mencapai USD 1 triliun atau Rp 14.000 triliun dan diproyeksikan bisa menampung 5 juta orang yang bisa bepergian di kota itu hanya dengan menempuh waktu 20 menit.

Laman Aljazeera melaporkan, Selasa (26/7), dokumen pembangunan ini sudah ada sejak 2021 termasuk konsep desain pertanian vertikal, dermaga untuk kapal mewah, stadion olahraga dengan tinggi mencapai 305 meter.

Bangunan itu menjadi gedung utama ambisi dari pewaris takhta Pangeran Muhammad bin Salman yang ingin mendirikan kota pintar nihil karbon bernama Neom. Nilai proyek pembangunan ambisius ini mencapai USD 500 miliar atau Rp 7.400 triliun.

Kota Neom ini adalah bagian dari Visi Saudi 2030, sebuah rencana untuk proyek diversifikasi ekonomi Saudi dan mengurangi ketergantungan dari minyak.

Meski tenggat waktu membangun Neom adalah 2030, laporan the Wall Street Journal menyebut the Mirror Lane baru mulai dibangun pada Januari 2021 dan akan rampung bertahap sampai 50 tahun.

Desain the Mirror Line ini dikerjakan oleh perusahaan arsitektur berbasis di Amerika Serikat, Morphosis yang didirikan oleh Thom Mayne, pemenang penghargaan Pritzker Architecture Prize. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel