Saudi Sita Mainan dan Pakaian Anak Berwarna Pelangi, Ini Alasannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Otoritas Arab Saudi menyita mainan dan pakaian anak-anak berwarna pelangi karena dinilai mendukung homoseksual.

Televisi pemerintah Saudi, Al-Ekhbariya melaporkan pejabat Kementerian Perdagangan menarik sejumlah produk dari toko-toko di ibu kota Riyadh seperi jepit rambut, mainan pop-it, kaos, topi, dan tempat pensil.

Menurut salah satu pejabat, barang-barang tersebut bertentangan dengan ajaran Islam dan moral massyarakat.

"Dan mempromosikan warna homoseksual yang menargetkan generasi muda," jelasnya, dikutip dari BBC, Kamis (16/6).

Terpisah, Kementerian Perdagangan Arab Saudi menyampaikan di Twitter, timnya menyita "produk-produk yang mengandung simbol dan tand yang menyerukan penyimpangan dan bertentangan dengan akal sehat". Kementerian menambahkan, toko-toko yang ditemukan menjual produk tersebut akan menghadapi proses hukum.

Walaupun Saudi tidak memiliki undang-undang terkait orientasi seksual atau identitas gender, hubungan seksual di luar pernikahan termasuk hubungan seks sesama jenis sangat dilarang. Berdasarkan interpretasi hukum Islam negara tersebut, hubungan seks sesama jenis konsensual bisa dihukum mati atau cambuk, tergantung keparahan kasus.

Saudi juga melarang pria mengubah diri atau berkelakukan seperti perempuan atau memakai pakaian perempuan dan sebaliknya.

Pada April lalu, bioskop-bioskop yang ada di negara kerajaan tersebut tidak memutar film Doctor Strange in the Multiverse of Madness setelah Disney menolak permintaan otoritas Saudi untuk memotong apa yang mereka sebut "referensi LGBTQ".

Seorang sumber yang dekat dengan Disney mengatakan Saudi juga melarang film animasi Lightyear yang ada adegan berciuman sesama jenis. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel