Saya Bangga Menjadi Santri

Syahdan Nurdin, sofyannuruliman11-384
·Bacaan 2 menit

VIVA – Siapa yang tidak mengenal santri? Tentunya, kata santri itu tidak asing di telinga kita. Kata santri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti (1) orang yg mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh (orang yg saleh); (3) orang yang mendalami pengajiannya dalam agama Islam dengan berguru ke tempat yang jauh seperti pesantren dan lain sebagainya.

Santri adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan ilmu agama Islam di suatu tempat yang dinamakan pesantren, biasanya menetap di suatu tempat hingga pendidikan selesai.

Menjadi santri bukanlah hal yang mudah, pola kehidupan seorang santri tidak pernah lepas dari kegiatan belajar dan mengaji. Santri dituntut untuk terus mencatat dan berpikir tentang apa yang telah disampaikan oleh ustaznya dalam majelis belajar sehingga seorang santri tidak pernah lepas dari pena dan kertas.

Masyarakat tidak memandang latar belakang dari para santri, entah itu dari keluarga bangsawan maupun keluarga masyarakat awam dan tidak ada keraguan lagi terhadap kehadiran para santri di lingkungannya.

Selain sebagai elemen penting dalam suatu lembaga pesantren, santri juga identik sebagai sosok yang sangat diharapkan di lingkungan masyarakat, terlebih santri yang baru selesai “nyantri”. Setelah selesai mengenyam pendidikan di pesantren, seorang santri diharapkan dapat mengajarkan kitab-kitab dan memimpin kegiatan keagamaan di masyarakat.

Sejumlah santri yang sedang melakukan upacara (kredit Foto : https://stocksnap.com/)
Sejumlah santri yang sedang melakukan upacara (kredit Foto : https://stocksnap.com/)

Sejumlah santri yang sedang melakukan upacara (kredit Foto : https://stocksnap.com/)

Seorang santri ketika masuk ke sebuah pondok pesantren diibaratkan sepeda yang sedang di bengkel yaitu sama-sama untuk diperbaiki dengan tujuan dapat dimanfaatkan dan berguna.

Ketika diperbaiki oleh bengkel, sepeda harus menerima segala macam bentuk perbaikan. Semua yang dianggap bermasalah pasti diperbaiki dengan keterampilan yang dimilikinya. Begitu juga santri, ia harus mematuhi segala yang disarankan dan diperintahkan oleh sang guru, khususnya kepada sang kiai sebagai empunya pondok pesantren.

Siapa yang tidak bangga menjadi santri? Tentunya menjadi santri itu membanggakan, walaupun menjadi santri bukanlah hal yang mudah dan tidak semua orang bisa melakukannya. Tetapi, orang-orang hebatlah yang ingin merubah dirinya menjadi lebih baik lagi dengan istilah "nyantri'.