Sayap Lalat Bawa Penyakit Sekaligus Obat Menurut Rasulullah SAW

Syahdan Nurdin, maschunsofwan
·Bacaan 2 menit

VIVALalat kerap dianggap sebagai hewan penggangu. Ketika hewan ini dapat beberapa orang mencari cara mengusir lalat agar tak kembali lagi. Selain menganggu, lalat juga identik dengan hewan kotor yang membawa kuman dan bakteri penyebab penyakit.

Lalat bisa membawa sekitar 100 jenis kuman pada tubuhnya. Menurut Peneliti di Penn State Eberly College of Science di Amerika Serikat, mereka menemukan lalat yang datang ke rumah bisa membawa kuman dan bakteri seperti salmonella, e-coli dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit maag serta sepsis atau keracunan pada darah.

Sementara menurut seorang profesor di Universitas Cornell bernama Dr. Jeff Scott mengatakan lalat dapat memindahkan bakteri pada tubuhnya tersebut dengan cepat ke dalam makanan yang dihinggapinya. Namun, semua itu telah dijelaskan dalam sebuah hadis.

Rasulullah SAW bersabda, "Jika lalat hinggap di minuman salah kalian, hendaknya kalian mencelupkannya lalu mengambilnya lagi. Karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit, sementara di sayapnya yang lain terkandung obatnya." (HR. Bukhari dan Ahmad).

Hadis ini termasuk mukjizat medis Nabi yang harus dicatat oleh sejarah kedokteran dengan tinta emas, Empat belas abad silam, hadis ini telah menyebutkan adanya sumber penyakit dan faktor penyembuh pada dua sayap lalat.

Diikutip dari buku Buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an Oleh Nadiah Thayyarah, diriwayatkan dari Abi Hurairah. Berbagai riset dan percobaan ilmiah modern telah membenarkan rahasia tersembunyi di balik hadis ini. Bahwa ada satu keistimewaan di salah satu sayap lalat, yaitu dapat menyingkirkan bakteri.

Atas dasar itu, jika lalat jatuh ke dakam minuman atau makanan dan menyebarkan bakteri yang menempel di sayapnya, maka pembasmi bakteri itu terdapat di sayapnya yang lain. Di tubuh lalat ada penyakit, dan di sana pula ada obatnya.

Secara ilmiah terbukti bahwa lalat mengeluarkan sekresi berupa korpuskel, yaitu sejenis enzim bernama bakteriofag (pemangsa bakteri). Bakteriofag yang terdapat pada lalat memiliki bentuk yang sangat kecil, mungkin panjangnya sekitar 20-25 milimikron.

Jika lalat masuk ke dalam makanan atau minuman, maka kita harus, mencelupkan lalat itu agar antibodinya keluar sehingga dapat membunuh bakteri yang dibawanya. Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan kebenaran sabda Nabi yang tertuang dalam hadis di atas secara menakjubkan. Ini merupäkan satu jawaban bagi orang- orang yang mengingkari hadis-hadis Nabi.