Sayonara! Konami Luncurkan eFootball sebagai Pengganti PES

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Tak mau ketinggalan tren digital, Konami sebagai pengembang gim kenamaan dunia merancang proyek ambisius. Satu di antara 'produk' yang membuat merek dagang asal Jepang itu melambung tinggi, Pro Evolution Soccer (PES), berevolusi menjadi eFootball.

PES merupakan gim simulasi sepak bola favorit di dunia. Meski dalam perjalanannya muncul pesaing-pesaing dari pengembang lain, video game yang mulanya bernama Winning Eleven dan muncul di konsol PlayStation itu tetap memiliki jutaan penggemar loyal.

Nyaris setiap tahun, PES selalu dinanti oleh para penggunanya. Namun kali ini, ada kejutan buat mereka: PES tak akan lagi diproduksi!

Tapi tenang saja, sebab Konami sudah merancang konsep baru yang diklaimnya akan 'mengubah gim sepak bola'. Pihak pengembang menamainya eFootball.

"Perkenalkan, eFootball, sebuah platform simulasi sepak bola paling mutakhir dari para pencipta PES. Grafik, animasi, dan gameplay yang dirombak menandakan era baru sepak bola virtual. Gratis untuk dimainkan di musim gugur ini," bunyi pernyataan Konami.

"Dengan eFootball, kami tidak hanya mengubah nama saja, tapi mengevolusi gim sepak bola."

Update Secara Berkala

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Berbeda dengan PES, eFootball kini bisa dimainkan secara gratis. Bahkan untuk memilikinya cukup dengan download legal, di mana tak lagi menggunakan compact disc (CD).

Selain itu, dipastikan eFootball bakal tampil update karena pembaruan bersifat real time. Artinya, penggunanya tak harus menunggu satu tahun lamanya untuk meng-update gim tersebut.

Dari segi mesin, Konami menggunakan Unreal Engine 4 yang merupakan software game maker terbaik di kelasnya. Canggihnya lagi, eFootball bisa dimainkan di Xbox, PS4, PS5, dan bisa cross-play (antar-platform).

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel