SBY: Film Penistaan Islam di AS Tak Bisa Ditolerir

INILAH.COM, Jakarta - Preisden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengecam aksi penistaan agama tertentu, dan dalam bentuk apa pun.

Hal itu diungkapkannya berkaitan dengan pemutaran film penistaan agama Islam, di Amerika Serikat. Sehingga menuai protes dan berujung pada tewasnya Duta Besar Amerika Serikat untuk Libia dan para stafnya.

"Penayangan film yang tidak bertanggung jawab tersebut, telah menimbulkan amarah dan tindak kekerasan yang sejatinya pun tidak bisa ditolerir," ujar Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, melalui pesan singkat, Kamis (13/9/2012).

SBY, kata Faiza, mengikuti perkembangan berita mengenai tewasnya Duta Besar AS untuk Libia, pasca aksi massa di negara tersebut yang memprotes film penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW. SBY menilai, perbuatan menistakan agama tertentu harus dihindari oleh seluruh kalangan di dunia, demi terciptanya kedamaian umat beragama.

Masyarakat AS, lanjut Faiza, bukan yang pertama kalinya melakukan penistaan terhadap agama tertentu. "Tindakan pembuatan dan penayangan film yg menistakan tersebut, adalah sesuatu yang harus dihindarkan apabila kita menelaah kontroversi yang ditimbulkan dalam kasus-kasus penistaan agama yang lalu, termasuk kasus kontroverisal yang terjadi di Florida," ucapnya.[jat]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.