SBY Idap Kanker Prostat, Begini Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Kabar kurang baik datang dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disapa SBY, didiagnosa mengidap kanker prostat.

"Sesuai dengan diagnosa dari tim dokter, Bapak SBY mengalami kanker prostat (prostate cancer)," kata Staf Pribadi SBY, Ossy Dermawan dikutip dari keterangan resmi yang diterima Liputan6.com pada Selasa, 2 November 2021.

TERKAIT: Museum dan Galeri Seni SBY ANI jadi Bukti Cinta untuk Pengrajin Lokal

TERKAIT: Deteksi Dini Kanker Prostat Bisa Tingkatkan Angka Harapan Hidup hingga 90 Persen

TERKAIT: Benarkah Sering Ejakulasi Dapat Mengurangi Risiko Kanker Prostat? Berikut Jawaban Dokter

Ossy mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, melalui metode MRI, biopsi, positron emission tomography (PET) specific membrane antigen (SMA), scan, dan pemeriksaan yang lain, kanker prostat yang diidap SBY masih berada dalam stadium awal.

“Sesuai dengan kondisi kesehatan Bapak SBY saat ini, tim dokter menyimpulkan semua opsi terbuka untuk melakukan pengobatan dan penyembuhan Bapak SBY," katanya.

SBY Akan Berobat ke Luar Negeri

Lukisan karya Susilo Bambang Yudhoyono (Sumber: Instagram/aniyudhoyono)
Lukisan karya Susilo Bambang Yudhoyono (Sumber: Instagram/aniyudhoyono)

Ossy menyampaikan setelah dilakukan konsultasi dengan tim dokter Indonesia termasuk para urolog senior, diputuskan pengobatan kanker prostat dilakukan di sebuah rumah sakit di luar negeri.Dalam waktu dekat SBY akan pergi melakukan medical check-up dan treatment ke luar negeri.

"Komunikasi yang dilakukan antara Tim Dokter Indonesia dan Tim Dokter negara sahabat tersebut berlangsung dengan baik dan pihak luar negeri sepakat dan bersedia untuk menangani Bapak SBY," ujarnya.

Ketua Tim Dokter luar negeri dalam komunikasi langsung dengan Bapak SBY via telemedicine, setelah mempelajari semua data kesehatan SBY, menyampaikan optimismenya untuk bisa mengatasi penyakit yang dideritanya.

Menurut Ossy, SBY pun sudah menghubungi Presiden Jokowi untuk melaporkan rencana berobat ke luar negeri. Jokowi merespons dengan sangat baik dan menyampaikan bahwa satu atau dua anggota Tim Dokter Kepresidenan akan mendampingi dalam pengobatan tersebut.

"Perlu kami sampaikan pula bahwa selama ini Bapak SBY tetap menjalankan kegiatan sehari-hari, seperti menunggui klub bolavoli Lavani berlatih, melukis, membaca dan menulis, berolahraga serta kegiatan-kegiatan lain," ujar Ossy.

Penyebab dan gejala kanker Prostat

Deteksi dini kanker prostat dapat meningkatkan angka harapan hidup seseorang. (Pexels/annatarazevich).
Deteksi dini kanker prostat dapat meningkatkan angka harapan hidup seseorang. (Pexels/annatarazevich).

Kanker prostat adalah kanker yang terjadi pada prostat. Prostat adalah kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani yang memberi nutrisi dan mengangkut sperma

Ada berbagai faktor penyebab terjadinya kanker prostat pada pria. Salah satu diantaranya ialah pola hidup tidak sehat.

dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp. U (K) Ph.D mengatakan mebiasaan merokok, pola diet yang tidak baik, serta kurangnya seseorang dalam berolahraga dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat pada pria.

Tak hanya itu, faktor pendorong lainnya seperti usia, ras, riwayat keluarga, perubahan gen, diabetes, kolesterol, dan obesitas juga dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat.

Mengingat letaknya di dalam tubuh, kanker prostat cukup sulit terdeteksi. Itulah mengapa, kebanyakan pasien datang saat stadium lanjut.

Gejala seringkali terasa pada pasien ketika kanker sudah menyebar pada organ lainnya seperti kandung kemih, tulang, atau organ lainnya. Sehingga, bisa menyebabkan nyeri dan patah tulang.

"Gejala yang dikeluhkan meliputi gangguan berkemih, adanya darah pada urin, disfungsi ereksi, sakit pada pinggang, punggung dan tulang iga, kelemahan pada tungkai atau kaki dan ketidakmampuan mengontrol kandung kemih," ujarnya.

Salah satu upaya untuk menurunkan risiko kanker prostat adalah dengan deteksi dini. Menurut dr. Agus skrining kanker prostat bisa dilakukan sejak usia 50 tahun. Namun, jika memiliki keluhan gangguan berkemih, maka skrining harus segera dilakukan. Bila ada riwayat kanker prostat dalam keluarga, skrining bisa dilakukan sejak umur 45 tahun.

Deteksi dini bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik, misalnya digital rectal examination (DRE) atau colok dubur untuk melihat bentuk, ukuran, konsistensi, serta ada atau tidaknya abnormalitas pada prostat. Bisa juga dengan pemeriksaan prostate specific antigen (PSA).

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel