SBY Marah, Alex Noerdin di Amerika Serikat

TEMPO.CO , Jakarta:Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin termasuk satu dari empat Gubernur yang tak menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2013 di Istana Negara.  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah terhadap mereka karena dinilai tidak tertib. 

Kepala Biro Protokol dan Humas Pemprov Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga menjelaskan Alex Noerdin tak hadir di Istana Negara bukan tanpa alasan. Ketua DPD Partai Golkar itu berada di Negeri Abang Sam dalam rangka pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan di Amerika Serikat. 

Kepergian Gubernur Alex Noerdin atas sepengetahuan Kementerian Dalam Negeri. "Gubernur berangkat ke USA dalam misi bisnis antara Sumsel dan pengusaha di sana,” kata dia ketika dihubungi dari Jakarta. »Rencananya sudah terjadwal 1,5 bulan yg lalu." 

Selain Alex Noerdin, tiga gubernur lain tidak hadir dalam pembagian DIPA itu, yaitu Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, dan Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani. Syahrul Yasin Limpo di Sulawesi Selatan saat ini tengah bertarung menjelang pemilihan umum kepala daerah. 

Menurut Irene, alasan ketidak hadiran Alex Noerdin bukan mengada-ada. Setelah mendapatkan undangan penyerahan DIPA sepekan lalu dari Sekretariat negara, Alex langsung menunjuk Wakil Gubernur Eddy Yusuf menghadiri acara tersebut. "Undangan Acara penyerahan DIPA semingggu lalu kami terima."

Pembagian DIPA seharusnya diikuti 33 gubernur. Masing-masing gubernur diberikan anggaran yang harus dijalankan pada tahun 2013. Presiden langsung menanyakan wakil gubernur alasan ketidakhadiran gubernur.  Menter dalam negeri Gamawan memaklumi kemarahan presiden. Namun, Gamawan tidak menjabarkan sanksi bagi empat kepala daerah yang mangkir.

PARLIZA HENDRAWAN

Baca juga

KPSI: Kongres PSSI di Palangkaraya Ngawur

Tak Akur, PSSI dan KPSI Diminta Sama-sama Bubar  

Gol Telat Van Persie Menangkan MU  

Mancini Minta Balotelli Pikirkan Profesi Lain

Dilempar Koin, Wajah Ferdinand Berlumur Darah

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.