SBY meneliti model lelang jabatan ala Jokowi

MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara. Salah satu pokok bahasan dalam rapat tersebut adalah mengenai rencana pemerintah menerapkan sistem lelang jabatan pada tingkat eselon satu, dua dan tiga.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar menjelaskan, penerapan sistem lelang jabatan itu penting dilakukan. Dengan demikian, pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di lingkungan pemerintahan mendapatkan kesempatan yang sama.

"Presiden setuju bahwa PNS berubah dari comfort zone ke competitive zone, tapi seterbuka apa? Ini kan sebagai manajer negara, beliau ingin sesuatu yang berubah, tapi terkendali," ungkap Azwar di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (23/5).

Sebelum sistem ini diterapkan, selama ini jabatan PNS ditentukan berdasarkan urutan kepangkatan dan senioritas. Kondisi tersebut dinilai tidak efektif dalam meningkatkan kinerja aparatur pemerintahan, sebab hanya melibatkan pegawai internal saja.

"Promosi ada tiga tingkatan, plus kader sistem. Di antara pegawai negeri, tapi berdasarkan urutan kepangkatan dan senioritas dalam lingkungan pegawai, tapi kalau open career system masih dalam PNS tapi bisa cross kementerian dan lembaga," paparnya.

Dengan sistem baru ini, siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengisi jabatan eselon satu, dua dan tiga. Sehingga, persaingan di antara PNS lebih terbuka.

"Open career yang mau kita ajukan, di antara pegawai negeri tapi persaingan lebih terbuka," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.