SBY Minta Pemerintah Tepati Janji soal Vaksin Covid-19 Gratis

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengingatkan agar pemerintah dapat menepati janji terkait penanganan pandemi virus Corona atau Covid-19. Salah satunya yakni terkait pemberian vaksinasi secara gratis kepada masyarakat.

Hal itu dia paparkan melalui akun media sosial facebook resmi miliknya, Susilo Bambang Yudhoyono yang dikutip Liputan6.com, Jumat (8/1/2021).

"Poin saya adalah apa yang telah dijanjikan oleh pemerintah kepada rakyat harus benar-benar ditepati. Kalau tidak, misalnya karena salah perencanaan dan salah hitung, bisa menimbulkan chaos tersendiri," kata SBY.

SBY mengatakan, hal tersebut dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah. Selain itu, untuk penyediaan vaksin juga membutuhkan anggaran yang besar.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menyarankan agar pemerintah merencanakannya dengan baik. Sebab saat ini kondisi keuangan negara terbatas akibat pandemi.

"Ingat keuangan negara dan ruang fiskal kita sungguh terbatas. Tentu negara tak bisa terus-menerus berutang, karena utang yang kian menggunung akan menambah beban ekonomi yang kini bebannya sudah sangat berat," ucapnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kendalikan Belanja Negara

Selain itu, SBY juga menyarankan agar pemerintah mampu mengelola fiskal dan APBN guna pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Yakni terkait mengendalikan pembelanjaan negara.

"Kalau tahu penerimaan negara jauh berkurang, karena pemasukan dari pajak juga terjun bebas, ya kendalikan pembelanjaan negara. Pemerintah harus sangat disiplin dan harus berani menunda proyek dan pengadaan strategis yang masih bisa ditunda," ujar dia.

Lanjut dia, kesuksesan menangani pandemi Covid-19 akan diikuti adanya pemulihan ekonomi nasional. Karena hal itu, SBY meminta pemerintah dapat mengendalikan hutang agar ekonomi selanjutnya terselamatkan.

Saksikan video pilihan di bawah ini: