SBY Pilih Chatib Basri Karena Cakap

TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi mengumumkan Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan yang baru. Seperti diketahui, Chatib saat ini bertugas sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. "Pemilihan Chatib sebagai Menteri Keuangan karena dia dianggap cakap," kata Yudhoyono, dalam konferensi pers kepada wartawan di Istana, Senin, 20 Mei 2013.

Yudhyono memberikan tiga tugas pokok kepada Chatib, terutama penekanan terhadap peningkatan investasi untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan, Menteri Keuangan yang baru sekiranya bisa memberikan dukungan kebijakan investasi untuk bisa mempertahankan pertumbuhan investasi yang baik.

Posisi menteri keuangan lowong sejak Agus Martowardojo diberhentikan dengan hormat, sebulan yang lalu, setelah terpilih sebagai gubernur Bank Indonesia. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk sementara ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas Menteri Keuangan.

Sebelumnya, Chatib Basri telah dikabarkan menjadi calon kuat menteri keuangan. Sempat beredar kabar ia akan dilantik Presiden pada Rabu lalu, 15 Mei. Selain Chatib Basri, nama lain yang juga meramaikan bursa calon pengganti Agus Marto sebagai menteri keuangan adalah kader Partai Amanat Nasional Drajad Wibowo; Menteri Perdagangan Gita Wirjawan; dan Direktur Umum Bank Tabungan Negara Sofyan Basir.

AYU PRIMA SANDI

Baca Berita Populer Lainnya:

Dengar Pengakuan Maharani, Perasaan Sefti Hancur

Selingkuh, Begini Fathanah Minta Maaf 

Ilham Arief Serahkan Rp 7 Miliar ke Fathanah

Cerita Sopir Fathanah Soal Paket Duit ke Luthfi

Bisnis Labora Sitorus Dimulai dari Miras Cap Tikus

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.