SBY seleksi Ramadhan Pohan, Ruhut hingga ke Roy Suryo

MERDEKA.COM,

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menunjuk Roy Suryo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru menggantikan Andi Mallarangeng.

Bagaimana cara presiden memilih seorang menpora?

Rupanya presiden memilih kursi menpora dengan perhitungan matang dengan menyeleksi 10 kader Partai Demokrat yang ada, pada akhirnya mengerucut dan terpilihlah seorang pakar telematika Roy Suryo.

Roy menjelaskan, sejak seminggu yang lalu pihaknya telah dihubungi istana untuk melakukan seleksi. Namun, hal itu tidak boleh disebarluaskan terlebih dahulu ke publik.

"Sebenarnya prosesnya sama, ya tapi memang sudah dipesan untuk keep. Dan saya keep betul, enggak tahu kenapa yang lain itu sudah beredar," jelas Roy di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/1).

Roy mengatakan, sejak melakukan test kesehatan dua hari lalu. Dia sudah tidak melihat saingannya lagi dan mengaku hingga pagi tadi, Roy pun belum tahu bahwa telah terpilih menjadi menpora.

Dia pun membeberkan siapa saja yang diikutsertakan oleh presiden dalam bursa pencalonan menpora.

"Saya sekali lagi berterimakasih kepada Ramadhan Pohan, Gede Pasek, Achsanul Qosasih, Fauzi Bowo, Hans Silalahi, termasuk Khotibul Umam dan lain-lain. Cuma memang ketika prosesnya itu bergulir, dari 10 ke 7 ke 5 lalu terakhir. Saya sudah tidak lagi bertemu dengan senior-senior saya itu," tutur dia.

Lalu siapa yang hingga seleksi tahap terakhir bertahan?

"Saya tidak tahu, siapa-siapanya. Mulai dari situ saya sudah tidak bertemu dengan yang lain," tandasnya.

Kabar mengejutkan rupanya datang dari politisi yang sering kali bicara blak-blakan Ruhut Sitompul. Anggota Komisi III ini mengaku menjadi dua besar dalam pemilihan bursa calon menpora yang pada akhirnya jatuh ketangan Roy Suryo.

Dengan malu-malu dia menyatakan bahwa dua teratas itu adalah berinisial RS. "Yah itu inisialnya RS (Ruhut Sitompul dan Roy Suryo) itu dua-duanya," ujar dia.

Namun demikian, pihaknya berharap apa yang sudah menjadi hak prerogatif presiden tidak perlu diperdebatkan kembali. Bahkan dia meminta kepada para teman-temannya yang santer disebut sebagai menpora agar sadar dan tidak sakit hati.

"Karena itu kawan-kawan aku ini tidak lupa kepada yang mahakuasa. Ingat jangan sekali-sekali mengintervensi, memaksakan hak prerogatif presiden. Ih GR kali kau gak jadi," cetus dia.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.