SBY Sentil Pengusaha Tionghoa Lebih Perhatikan Upah Buruh

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 'menyentil' pengusaha Tionghoa untuk adil mengenai pemberian upah terhadap buruh.

SBY mengharapkan, saat pengusaha terus mendapatkan keuntungan yang berlipat, hendaknya juga disertai dengan peningkatan upah buruh, sehingga buruhpun bisa sejahtera.

“Kepada saudara-saudara yang bergerak di dunia usaha, dari komunitas dan kalangan manapun, sekali lagi saya mengajak saudara-saudara untuk memberikan penghargaan kepada para buruh dengan mengedepankan sisi keadilan," seru Presiden SBY saat menyampaikan sambutan dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2563, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (3/2/2012).

"Saya berharap, kalangan dunia usaha dapat menyesuaikan upah buruh sesuai dengan kemampuan dan skala perusahaan saudara. Kita perlu mengedepankan rasa keadilan,” tegas SBY.

Diungkapkan Presiden, kita patut bersyukur karena kondisi perekonomian terus membaik, dan dunia usaha juga terus tumbuh.

Pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha tentu juga harus diikuti pula oleh kesejahteraan para buruh.

Alangkah tidak adilnya, tegas SBY, jika perusahaan terus meningkat dengan keuntungan berlipat, tetapi para buruhnya tidak meningkat kesejahteraan dan penghasilannya.

“Kita tidak boleh hanya menunggu para buruh harus terus menerus menuntut keadilan. Kita harus arif dan sadar memikirkan taraf hidup mereka,” seru SBY lagi.

Presiden juga mengajak pelaku usaha mencari solusi terbaik, agar kehidupan para buruh lebih sejahtera, dan kalangan dunia usaha juga dapat terus tumbuh dan berkembang.

Dan itu adalah suatu keadaan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Sungguhpun demikian, pesannya, kepada para pekerja diharapkan juga tidak perlu harus melakukan tindakan yang mengganggu kepentingan masyarakat luas. “Salurkan aspirasi saudara-saudara secara tertib dan damai,” pesan SBY.

“Saya mengajak saudara-saudara untuk menjadikan Tahun Baru ini sebagai ladang amal, lebih banyak berbuat kebajikan, dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. Mari kita tingkatkan kesetiakawanan dan rasa kebersamaan dengan sesama warga bangsa. Tingkatkan pula keluhuran budi, sikap solidaritas, dan lebih banyak berbuat kebajikan,” ucap SBY.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler