SBY Tersenyum Soal Penolakan Warga Atas FPI

Laporan Wartawan Tribunnews.com Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersenyum lebar saat menanggapi penolakan warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah terhadap Front Pembela Islam (FPI). Di hadapan wartawan, SBY berharap FPI melakukan instropeksi diri atas penolakan warga adat di Palangkaraya.

"Yang terjadi di Kalteng, ormas pasti mengerti kegiatan yang dilakukan membuat tidak nyaman bagi sebagian orang di negeri kita. Saudara-saudara kita di FPI ditolak, tidak diperbolehkan melakukan kegiatan di sana," ucap SBY saat beramah tamah dengan wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2012).

Ia mengatakan organisasi apapun sebenarnya bebas melakukan kegiatan di Indonesia. Mereka pun bebas mendirikan cabang-cabang di daerah.

"Itu adalah hak organisasi. Namun itu semua harus tetap berpatokan (ketentuan) agar kegiatan organisasi tersebut tidak bertentangan dengan Undang-undang dan tidak melanggar peraturan," ungkapnya.

SBY mengaku langsung berkomunikasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah, dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, dan Kepala kepolisian Timur Pradopo.
 
"Saya langsung komunikasi dengan Guburnur Kalteng, kemarin, dengan Menkopolhukam dan Kapolri juga," imbuhnya.

Menko Polhukam Djoko Suyanto menilai penolakan ratusan masyarakat adat di Palangkaraya sepatutnya menjadi masukan berharga bagi FPI.

"Dengan kejadian itu, mestinya menjadi satu masukan bagi FPI untuk introspeksi bahwa ada sebagian masyarakat kita yang tidak menyenangi tindakan-tindakan yang selama ini dilakukan FPI," sergahnya.

Ia pun mengapresiasi kesigapan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang terkait penolakan warga adat atas kehadiran FPI. Kebijakan Teras Narang mengumpulkan ormas, unsur pemuda dan tokoh agama membuat suasana tetap kondusif hingga saat ini.

"Upaya itu meredam agar tidak berkembang menjadi konflik-konflik yang lain," ujar Djoko

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.