Scaffolding adalah Struktur Sementara yang Digunakan untuk Menyangga dalam Proses Konstruksi, Selengkapnya di Sini!

Scaffolding adalah Struktur Sementara yang Digunakan untuk Menyangga dalam Proses Konstruksi, Selengkapnya di Sini!
Scaffolding adalah Struktur Sementara yang Digunakan untuk Menyangga dalam Proses Konstruksi, Selengkapnya di Sini!

RumahCom – Istilahscaffolding memang masih terdengar asing di telinga Anda, tetapi fungsinyamerupakan hal yang penting dalam dalam proses konstruksi bangunan. Scaffolding adalah salah satu konstruksi penunjang dalam pekerjaan bangunan. Scaffolding dibuat pada saat pekerjaan bangunan telah mencapai ketinggian 2 meter dan tidak dapat dijangkau oleh pekerja.

Dengan demikian, scaffolding atau yang disebut dengan perancah dapat didefinisikan sebagai suatu struktur sementara yang digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan struktur besar lainnya. Selengkapnya mengenai scaffolding, simak ulasan di bawah ini!

  • Scaffolding Adalah

  • Sejarah Perkembangan Scaffolding

  • Fungsi Scaffolding

  • Jenis-Jenis Scaffolding

  • Keunggulan dan Kekurangan Scaffolding

[ArticleCallout]{ “title”: “10 Desain Teras Rooftop Rumah Kecil yang Kerennya Top!”, “excerpt”: “Simak selengkapnya di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/desain-teras-rooftop-rumah-kecil-74495”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel/520×300-crop/wp-content/uploads/sites/5/2022/11/Alt-Text-10-Desain-Teras-Rooftop-Rumah-Kecil-yang-Kerennya-Top.png” } [/ArticleCallout]

Scaffolding Adalah

<em>Scaffolding umumnya diperlukan bila tinggi komponen struktur lebih besar dari 1,5 m. (Foto: Unsplash – Jon Tyson</em>)
Scaffolding umumnya diperlukan bila tinggi komponen struktur lebih besar dari 1,5 m. (Foto: Unsplash – Jon Tyson)

Scaffolding adalah struktur sementara yang memungkinkan orang untuk berdiri di atas platform yang stabil untuk bekerja di ketinggian atau di tempat yang sulit dijangkau. Struktur sementara ini sering digunakan dalam membangun, memelihara, atau memperbaiki bangunan, jembatan, dan struktur buatan lainnya dengan mendukung kru kerja dan material. Scaffolding juga umumnya diperlukan bila tinggi komponen struktur lebih besar dari 1,5 m.

Perancah alias scaffolding harus dibuat dengan bahan yang cukup kuat dan stabil sehingga dapat dengan mudah menopang dan membawa pekerja dan bahan bangunan yang ditempatkan di atasnya. Pasalnya, selama konstruksi, saat pekerjaan berlangsung ke atas, ketinggian scaffolding juga meningkat. Scaffolding memiliki komponen berikut:

  • Standar atau bagian  vertikal dari kerangka, didukung di tanah atau drum, atau tertanam di tanah.

  • Ledgers: Pendukung horizontal yang berjalan sejajar dengan dinding.

  • Braces yang dipasang secara diagonal pada standar.

  • Putlogs, yang  ditempatkan satu ujung pada lodgers dan ujung lainnya tegak lurus di dinding.

  • Transom adalah jenis putlog yang didukung pada ledgers di kedua sisi.

  • Bridle yang digunakan untuk menjembatani bukaan dinding; mendukung salah satu ujung putlog pada pembukaan.

  • Boarding adalah platform horizontal yang didukung pada putlog dan digunakan untuk mendukung pekerja dan material pada saat bekerja.

  • Rek pengaman.

  • Toeboard atau papan, ditempatkan sejajar dengan ledgers dan didukung putlog, untuk memberikan perlindungan pada tingkat platform kerja.

Perlu tidaknya penggunaan scaffolding dalam mengerjakan suatu proyek, tergantung dari pemilik proyek. Scaffolding biasanya berbentuk sistem modular dari pipa atau tabung logam, meskipun bahan lain juga dapat digunakan. Misalnya, untuk di beberapa negara Asia seperti Cina dan Indonesia, bambu masih digunakan sebagai perancah. Keuntungan menggunakan scaffolding adalah penghematan biaya dan efisiensi waktu pemasangan.

Sejarah Perkembangan Scaffolding

<em>Gambar terkait dengan scaffolding telah ditemukan pada artefak kuno. (Foto: Unsplash – Gennifer Miller</em>)
Gambar terkait dengan scaffolding telah ditemukan pada artefak kuno. (Foto: Unsplash – Gennifer Miller)

Sejarah penggunaan scaffolding sebenarnya sudah ada sejak zaman batu. Ada bukti bahwa scaffolding atau perancah digunakan lebih dari 17.000 tahun yang lalu oleh mereka yang membuat lukisan gua paleolitikum yang terkenal di Lascaux. Gambar terkait scaffolding telah ditemukan pada artefak kuno seperti Berlin Foundry Cup dan cangkir minum Yunani yang dibuat pada abad ke-5 SM.

Scaffolding digunakan oleh orang-orang yang beragam seperti Nubia, Mesir, dan Cina telah mendokumentasikan penggunaan perancah untuk membangun gedung-gedung tinggi, menggunakan perancah dasar yang terbuat dari kayu dan diikat di bagian atas dengan tali.

Pada zaman modern saat ini, scaffolding telah berkembang jauh dan hadir dalam beberapa desain berbeda yang terbuat dari beberapa jenis bahan yang berbeda. Banyak inspektur proyek bangunan yang menggunakannya untuk bekerja secara fisik di ketinggian. Penggunaan perancah, tak dipungkiri juga menghadirkan potensi bahaya bagi inspektur untuk pengumpulan data inspeksi.

Jadi, saat ini sudah berkembang opsi lain di luar scaffolding yakni drone yang memberikan cara bagi inspektur untuk mengumpulkan data yang mereka butuhkan dari jarak jauh, tanpa harus membahayakan diri mereka, sehingga bisa menghilangkan kebutuhan untuk bekerja di atas scaffolding

Scaffolding merupakan salah satu hal yang penting dalam sebuah konstruksi bangunan karena dapat membantu proses pembangunan sebuah bangunan. Namun jika Anda tidak tertarik untuk membangun rumah dan lebih memilih untuk membeli rumah. Cek daftar hunian di Tangerang Selatan dibawah Rp1 miliar di sini!

Fungsi Scaffolding

<em>Scaffolding digunakan untuk berbagai fungsi kegiatan akhir-akhir ini. (Foto: Unsplash – Paul Becker)</em>
Scaffolding digunakan untuk berbagai fungsi kegiatan akhir-akhir ini. (Foto: Unsplash – Paul Becker)

Scaffolding sebagai suatu struktur kayu, pipa atau tiang yang bersifat multiguna dan bersifat sementara yang menopang suatu struktur. Alat ini  berfungsi sebagai platform bagi pekerja konstruksi untuk bermanuver dengan aman saat bekerja di posisi yang ditinggikan.

Keberadaan perancah merupakan struktur yang dibutuhkan di lokasi konstruksi. Perancah yang dibangun dengan benar pasti kokoh, stabil dan cukup kuat untuk menopang berat pekerja konstruksi dan material yang ditempatkan di atasnya.

Scaffolding telah digunakan untuk berbagai fungsi kegiatan akhir-akhir ini. Berikut adalah beberapa penggunaan atau fungsi scaffolding yang paling umum:

1. Membersihkan

Pekerja biasanya dapat berdiri di atas scaffolding untuk membersihkan jendela dan bagian lain dari gedung pencakar langit.

2. Konstruksi

Perancah dapat menjadi sangat penting untuk konstruksi, karena memungkinkan pekerja untuk berdiri di ketinggian di atas permukaan yang stabil. Terutama untuk gedung pencakar langit dan struktur bertingkat tinggi lainnya, tetapi penggunaannya juga umum untuk pekerjaan konstruksi yang dilakukan lebih dekat ke tanah.

3. Inspeksi

Perancah memungkinkan inspektur menjangkau area yang tidak dapat mereka akses. untuk melakukan inspeksi visual atau jenis pengujian lainnya.

Inspektur biasanya menggunakan perancah internal atau struktur sementara lainnya untuk inspeksi internal, seperti yang dilakukan di dalam boiler industri besar atau bejana tekan, serta untuk inspeksi eksternal.

Terlepas dari pemeriksaan khusus, penggunaan scaffolding adalah sama yakni memungkinkan pemeriksa untuk berdiri di ketinggian dan melakukan berbagai jenis pengujian untuk memenuhi persyaratan pemeriksaan.

4. Pemeliharaan

Inspeksi biasanya merupakan langkah pertama dalam proses pemeliharaan. Ini karena inspeksi mengungkap area yang mungkin memerlukan pemeliharaan. Setelah inspektur menemukan area ini, pekerja pemeliharaan akan mengatasi cacat tersebut dengan berdiri di atas perancah untuk melakukan pekerjaan mereka.

5. Fungsi lainnya

Instalasi seni, panggung konser, stand pameran, tempat duduk tribun, dan menara observasi.

Jenis-Jenis Scaffolding

<em>Ada delapan jenis scaffolding yang paling umum digunakan di seluruh dunia. (Foto: Unsplash – Krisana Kanajo)</em>
Ada delapan jenis scaffolding yang paling umum digunakan di seluruh dunia. (Foto: Unsplash – Krisana Kanajo)

Scaffolding dapat dibuat dari berbagai bahan. Ada tiga yang paling umum. Pertama, aluminium banyak digunakan untuk perancah karena ringan, tahan lama, dan sangat tahan terhadap korosi. Kemudian bambu. Bambu menghadirkan alternatif yang bagus untuk baja karena cukup kuat, fleksibel, ringan, mudah dikerjakan, dan berlimpah di beberapa bagian dunia.

Di Hong Kong misalnya, bambu adalah bahan yang paling umum digunakan untuk perancah, dan sering didaur ulang dari kegunaan lain untuk menghindari limbah yang tidak perlu. Terakhir dari baja, yang menjadi salah satu bahan yang paling populer untuk perancah.

Meskipun lebih mahal daripada bambu atau aluminium, cukup kuat dan tahan lama, dan merupakan pilihan ideal untuk bekerja di daerah perkotaan yang padat. Berikut ini adalah delapan jenis scaffolding yang paling umum digunakan di seluruh dunia.

1. Aerial Lift

Jenis ini biasanya digunakan untuk proyek konstruksi yang membutuhkan pekerjanya untuk mengakses berbagai tingkat yang berbeda dalam satu hari. Lift udara dapat digunakan tidak hanya untuk memindahkan orang, tetapi juga untuk menyediakan cara yang lebih mudah dan aman untuk mengangkat barang besar jumlah bahan naik atau turun untuk mereka yang melakukan pekerjaan.

2. Scaffolding Kantilever

Digunakan untuk keluar dari sebuah bangunan di suatu sudut menggunakan scaffolding yang terpisah. Perancah jenis ini digunakan untuk menghilangkan kebutuhan akan bingkai atau tiang yang tidak sedap dipandang untuk digunakan di bagian depan bangunan, dan sering dibangun di dekat balkon untuk memudahkan pekerja mengaksesnya.

3. Scaffolding Ganda

Perancah ganda digunakan untuk pekerjaan tukang batu. Pemasangan scaffolding langsung ke dinding sulit dilakukan apabila di permukaan batu. Sehingga dengan adanya perancah ganda ini memberi ruang bagi  pekerja untuk bekerja di ketinggian tanpa harus membuat struktur yang menempel pada batu.

Perancah ganda menggunakan dukungan dua tingkat untuk memastikan stabilitas, dengan dukungan tambahan yang disediakan oleh penyangga silang dan penggaruk.

4. Scaffolding Paten

Scaffolding Jenis ini memiliki sambungan dan bingkai khusus yang terpasang. Dilengkapi dengan bracket yang mendukung platform kerja. Dalam beberapa jenis, braket dapat disesuaikan ke tingkat yang berbeda untuk mendukung pekerjaan di berbagai ketinggian.

5. Scaffolding Tunggal

Perancah tunggal adalah salah satu metode konstruksi tertua, dan biasanya digunakan untuk pekerjaan pemasangan bata. Meskipun relatif sederhana, pendekatan ini menciptakan struktur yang kokoh dan andal untuk bekerja di ketinggian.

6. Scaffold yang Ditangguhkan

Perancah yang ditangguhkan adalah jenis lain dari perancah siap pakai. Ringan dan biasa digunakan untuk pekerjaan perbaikan, termasuk pengecatan. Namanya berasal dari fakta bahwa mereka digantung di atap gedung dengan kawat, tali, atau rantai. Platform yang didukung oleh perancah yang ditangguhkan dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan.

7. Perancah yang Didukung

Perancah yang didukung paling sering digunakan dalam konstruksi, dan merupakan opsi untuk membangun struktur sementara untuk bekerja di ketinggian. Perancah semacam ini sederhana, hemat biaya, dan dibangun dari dasar ke atas.

Perancah ini juga dapat memiliki banyak bentuk, yang masing-masing memiliki tujuan tertentu. Jika perancah panjang atau perlu menopang banyak beban, pekerja mungkin perlu menambahkan penyangga tambahan ke alasnya.

8. Trestle scaffolding

Biasanya digunakan di ruang kecil untuk pengecatan atau perbaikan kecil. Tidak ada standar atau putlog, hanya platform kerja yang didukung oleh tangga yang dapat dipindahkan. Platform dapat dipindahkan dengan mudah dari satu tempat ke tempat lain.

[PropertyTip]<em>Scaffolding </em>adalah struktur sementara yang memungkinkan orang untuk berdiri di atas platform yang stabil untuk bekerja di ketinggian atau di tempat yang sulit dijangkau.[/PropertyTip]

Keunggulan dan Kekurangan Scaffolding

<em>Sampai hari ini, scaffolding tetap menjadi salah satu cara yang paling berguna dan efisien bagi pekerja untuk bekerja di ketinggian. (Foto: Unsplash – Evan Demicoli)</em>
Sampai hari ini, scaffolding tetap menjadi salah satu cara yang paling berguna dan efisien bagi pekerja untuk bekerja di ketinggian. (Foto: Unsplash – Evan Demicoli)

Ada alasan mengapa scaffolding telah digunakan selama ribuan tahun dan berhasil. Sampai hari ini, Scaffolding tetap menjadi salah satu cara yang paling berguna dan efisien bagi pekerja  untuk bekerja di ketinggian. Keunggulan dan kekurangan menggunakan scaffolding adalah:

Keunggulan

Kekurangan

Untuk akses. Scaffolding dapat memungkinkan akses tanpa hambatan dan stabil ke hampir semua area struktur

Beban harus disesuaikan supaya tidak jatuh karena kelebihan beban.

Keseimbangan. Scaffolding memberikan pekerja pijakan yang kuat, dan memberi mereka kemampuan untuk menyeimbangkan diri dalam posisi yang berbeda saat bekerja.

Perlu kehati-hatian karena harus mengikuti instruksi dalam menggunakannya dengan benar. Para pekerja harus dilatih di sekitar perancah dengan benar sebelum menggunakannya

Kemudahan konstruksi. Relatif mudah untuk dirakit dan dibongkar, dan dapat dipasang dan diturunkan dengan cukup cepat.

Sensitif cuaca. Bekerja di ketinggian pada bangunan yang sebagian konstruksinya bisa sangat berbahaya ketika cuaca berubah. Hujan atau salju dapat membuat papan menjadi licin, dan fluktuasi suhu dapat membahayakan titik pemasangan dan menyebabkan papan menjadi longgar, retak, dan runtuh.

Dapat bertahan untuk waktu yang sangat lama, baik yang terbuat dari kayu maupun dari baja.

 

Keamanan dan keselamatan adalah salah satu keuntungan paling signifikan dari perancah, karena memberi pekerja platform yang stabil untuk pekerjaan mereka.

 

Berfungsi sebagai jembatan. Sejumlah kegiatan konstruksi mengharuskan pekerja menempuh rute yang panjang dan berliku untuk mencapai lokasi tertentu di lokasi pekerjaan, yang merupakan pemborosan waktu yang sangat besar. Titik penghubung dalam perancah dapat membantu memecahkan masalah ini dengan mengurangi jarak yang harus ditempuh pekerja.

 

Tonton video berikut ini untuk mengetahui tahapan membangun rumah tumbuh!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah