SCBD Toastmaster, Buktikan Semua Orang Bisa Jago Public Speaking

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Komunikasi merupakan salah satu aspek penting bagi manusia. Rasanya, tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa komunikasi. Sebab, untuk mewujudkan konsepsi kebahagiaan, seseorang harus melewati rangkaian komunikasi sehingga hal tersebut bisa terwujud.

Semua orang mungkin bisa berkomunikasi, setidaknya pada orang-orang di sekitarnya. Namun, tidak semua orang mampu berkomunikasi dengan baik dan sistematis di muka umum. Terutama untuk kepentingan profesional. Public speaking, mungkin itu istilah yang tepat.

Kendati demikian, bukan berarti kemampuan tersebut tidak bisa didapat. Sangat bisa jika kita banyak berlatih dan berlatih bersama orang-orang yang tepat dan suportif. Salah satu caranya adalah gabung dengan komunitas public speaking yang bisa mendukung aksi latihan kita. Seperti teman-teman yang tergabung di komunitas SCBD Toastmaster, misalnya.

Kepada FIMELA, Galvin Batti, President SCBD Toastmasters berkisah mengenai komunitas garapannya ini. Di tengah kesibukannya yang padat sebagai karyawan swasta di perusahaan investasi dan dosen di univesitas swasta, Gavin, begitu ia akrab disapa, menyempatkan untuk belajar public speaking dan menjadi leader di komunitas tersebut.

Galvin Batti. (Foto: dokumen SCBD Toastmaster)
Galvin Batti. (Foto: dokumen SCBD Toastmaster)

Menurutnya, SCBD Toastmasters ini merupakan bagian dari Toastmasters International, yaitu sebuah komunitas global yang semua anggotanya bisa belajar dan praktik langsung public speaking. Komunitas ini terbentuk pada tahun 1924 dan tersebar di 143 negara, termasuk Indonesia.

"SCBD Toastmasters terbentuk tahun 2005, umurnya sudah 16 tahun ya, dulu dibentuk oleh pegawai salah satu perusahaan yang berkantor di daerah SCBD Jakarta Selatan, tetapi SCBD Toastmasters selalu menerima semua anggota dan tamu yang datang dari manapun," jelas pria 27 tahun tersebut.

Lebih lanjut, Galvin menjelaskan soal visi yang SCBD Toastmaster bawa untuk para anggota. Menurutnya, SCBD Toastmaster ingin membantu orang-orang untuk membuktikan bahwa mereka punya kemampuan public speaking.

"Misi dari SCBD Toastmasters adalah “to work systematically to prove that you are wrong”, intinya kami membantu mereka membuktikan kalau semua orang bisa punya kemampuan public speaking. SCBD Toastmasters menjadi sebuah tempat di mana kita semua bisa have fun, tetapi setiap meeting dan proses pembelajaran mengenai public speaking dibuat dengan prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan oleh pengurus dengan input dari para anggota," imbuh alumni Universitas Indonesia ini.

SCBD Toastmaster Terbuka untuk Semua Orang

Untuk mendukung para anggota memiliki kepiawaian berkomunikasi, SCBD Toastmaster memiliki jadwal berlatih secara rutin. Sebelum pandemi, mereka mengadakan pertemuan mingguan yang bisa diikuti oleh semua orang, yang ingin belajar public speaking. "Di meeting mingguan ini, para anggota bisa berpartisipasi dengan menyiapkan speech dan kemudian melakukan public speaking di depan anggota dan tamu, dan juga akan ada evaluator yang mengevaluasi dan memberikan masukan terhadap speech tersebut," kata Galvin.

Selain itu, menurut Galvin, semua peserta meeting, baik anggota maupun tamu, boleh berpartisipasi di sesi impromptu speech, yang dapat melatih kemampuan peserta untuk berpikir cepat dan membuat jawaban yang terstruktur saat itu juga.

Namun, selama pandemi berlangsung, semua kegiatan dialihkan menjadi daring. Menurut Galvin, kegiatan online meeting seperti sekarang, memudahkan SCBD Toastmasters untuk mengundang tamu spesial untuk menyampaikan sesi khusus seperti Pak Chatib Basri, mantan Menteri Keuangan Indonesia yang menyampaikan tips cara dia menyampaikan ide-ide ke publik.

Di SCBD Toastmasters, public speaking dibedah lagi menjadi banyak jenis atau 'jurusan'. Ada public speaking khusus persuasive influence, humor engagement, dan presentation mastery. "Jadi masing-masing anggota boleh memilih mana yang paling cocok untuk dirinya dan kalau sudah menyelesaikan sebuah Pathway, boleh lanjut ke Pathway lain. Jadi setiap anggota dapat mempraktikkan dan harapannya menjadi mahir di setiap jenis public speaking," jelas Galvin.

Online meeting bersama Catib Basri. (Foto: SCBD Toastmaster)
Online meeting bersama Catib Basri. (Foto: SCBD Toastmaster)

Oiya, kelas public speaking di SCBD Toastmasters menggunakan bahasa Inggris, lho. Dengan begitu, para anggota bisa belajar dua hal sekaligus, yakni bahasa dan public speaking tentunya. "Toastmasters International sendiri berasal dari Amerika Serikat maka pakai Bahasa Inggris. Sebenarnya masing-masing klub lokal Toastmasters dapat memilih bahasanya masing-masing tetapi SCBD Toastmasters memilih untuk memakai Bahasa Inggris supaya “sekali dayung, dua tiga pulau terlewati”," ungkapnya.

Manfaat kelas public speaking nyata dirasakan oleh para anggota. Salah satunya oleh Dentia Saraswati, seorang karyawan swasta, yang mengungkapkan kemampuan berbicaranya meningkat setelah gabung dengan SCBD Toastmasters.

"Ikut SCBD Toastmasters untuk pendukung career, karena sering dapet feedback kurang bisa convince client dan kurang diplomatis saat diskusi dengan atasan, sering jadi less priority saat ada promosi di kantor, dan kalah saing dengan native speaker," ujar Dentia.

Tertarik untuk mengasah kemampuan public speaking bersama SCBD Toastmasters? Kunjungi Instagram SCBD Toastmasters @scbd.toastmaster, daftar pertemuan online melalui link yang tersedia di Instagram, dan tunggu admin membagikan link Zoom.

"Meeting ini terbuka untuk siapa saja yang mau praktik public speaking di lingkungan yang sangat suportif. Jadi segera registrasi untuk datang ke meeting-nya dan sampai ketemu di Zoom!," tandas Galvin.