SCG Thailand Bangun Pabrik Semen di Sukabumi

TEMPO.CO, Bangkok - Perusahaan konglomerasi Thailand, SCG, siap membangun pabrik semen di Sukabumi, Jawa Barat. Pabrik berkapasitas 1,8 juta ton per tahun ini direncanakan mulai beroperasi akhir 2015.

»Kami akan membangun dari awal setelah izinnya kami peroleh sekitar dua pekan lalu,” kata President dan CEO SCG, Kan Trakulhoon, dalam keterangan pers di Centra Grand, Hotel Central World Bangkok, Senin, 5 November 2012.

Kan didampingi President SCG Cement dan Chairman SCG Sustainable Development Committee, Pramote Techasupatkul.

Keterangan pers digelar menjelang pembukaan simposium tahunan ke-3 Asean Sustainable Development yang diadakan oleh SCG. Hadir perwakilan sejumlah wartawan dari Jakarta, Vietnam, Filipina, dan Myanmar.

Kan menjelaskan, persiapan pembuatan pabrik di Jawa Barat berlangsung selama beberapa tahun setelah melihat peningkatan yang signifikan pasar semen di Indonesia. Perusahaan terbesar di Siam ini melihat kenaikan permintaan semen naik 5-10 persen. »Kami sangat aktif berinvestasi di Indonesia, juga di beberapa Negara Asean lainnya.”

Adapun Pramote berpendapat, tak ada kendala dalam pembangunan pabrik itu. Pabrik akan dijalankan dengan teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi polusi serta bersahabat dengan masyarakat sekitar. »Kami memperhatikan warga sekitar, termasuk soal pendanaan untuk mereka,” ujarnya.

SCG didirikan pada 1913 atas titah Raja Rama VI untuk memproduksi semen untuk pembangunan Thailand. Semula, perusahaan ini bernama Siam Cement Group kemudian berubah menjadi SCG. Sebanyak 32 persen sahamnya dimiliki oleh Raja Thailand.

SCG memiliki sejumlah perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang kimia, semen, material bangunan, serta distribusi. SGC antara lain menguasai 30 persen saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk., PT Semen Lebak (100 persen), PT Jaya Readymix (100), PT Semen Jawa (95), PT KIA Serpih Mas (97), PT Keramika Indonesia Tbk. (96), PT KIA Keramika Indonesia (96), PT SCG Trading Indonesia (100), serta PT Kokoh Inti Arebama Tbk. (99).

JOBPIE SUGIHARTO (BANGKOK)

Baca juga:

Ke DPR, Dahlan: Saya Bawa Nyawa Saya

''Andi dan Anas Akan Mundur Sendiri'' 

Pembunuh Janda Cantik Thiolina: Tukang Bangunan

Pemerasan BUMN: Upeti Rp 18 Miliar Merpati ke DPR 

Jokowi Batal Nge-warteg di Srengseng

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...