SDB dan Tokopedia Luncurkan Toko Score untuk Dukung Inklusi Keuangan Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Semangat Digital Bangsa (SDB), perusahaan penyedia layanan innovative credit scoring (ICS), yang terafiliasi dengan Tokopedia resmi meluncurkan Toko Score. Peluncuran ini demi mendukung inklusi keuangan di Indonesia.

Keberadaan Toko Score diharapkan dapat membantu lembaga keuangan dalam memberikan kredit kepada calon peminjam, dengan menganalisis profil risiko calon peminjam.

Adapun data yang digunakan pada Toko Score memakai sumber dari Tokopedia. Untuk data yang digunakan berasal dari kategori produk yang dipilih, perbincangan dengan toko, wishlist, data device, dan lainnya.

“Harapannya dengan partnership ini kita bisa mendukung jasa keuangan, terutama yang memiliki layanan kredit, untuk bisa memberikan kreditnya secara tepat, cepat, dan yang paling penting adalah secara luas. Di mana mereka bisa menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang masih tergolong dalam segmen unbanked,” ujar Head of Business Development and Marketing SDB, Evita Soetjoadi melalui siaran virtual, pada Rabu (23/6/2021).

Dalam memanfaatkan data melalui ekosistem Tokopedia, SDB sangat menekankan dan mengedepankan prinsip-prinsip keamanan data untuk bisa menciptakan modal analisis yang tepat. Hal itu dibuktikan dengan SDB yang telah tercatat dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun dari banyaknya penduduk Indonesia, tercatat masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan finansial. Sebanyak 132 juta penduduk dan 46 juta UMKM masih tergolong unbanked, baik di desa maupun perkotaan.

“Kita juga tau penetrasi dari kartu kredit masih cukup rendah di Indonesia, masih di 2,4 persen. Tapi kita juga lihat bahwa pertumbuhan fintech lending sejak Januari 2019 itu cukup tinggi atau empat kali lipat,” jelasnya.

Bisa Jadi Solusi

Sementara itu, pada permintaan pinjaman di masyarakat memiliki angka yang sangat tinggi. Hal yang menyebabkan belum tercapainya inklusi keuangan ini, yaitu kesenjangan informasi, dalam hal ini hanya sebagian masyarakat yang memiliki riwayat pada biro kredit.

Dengan tidak dimilikinya riwayat tersebut, menyebabkan lembaga keuangan sulit untuk menilai profil risiko calon peminjam, yang mengakibatkan tidak disetujuinya pinjaman tersebut.

Kemudian, dengan meningkatnya tren digitalisasi memberikan dampak yang negatif. Calon peminjam rentan memberikan data atau informasi palsu kepada lembaga keuangan

“Oleh karena itu SDB berharap bisa menjadi solusi untuk menjawab masalah-masalah kritis yang dihadapi oleh partner-partner atau pelaku jasa keuangan yang bisa memberikan pinjaman, tentu saja dengan high level of reliability,” terang Evita.

Adapun melalui Toko Score, lembaga keuangan dapat mendapatkan alternatif dalam menilai profil risiko calon nasabahnya, dengan memanfaatkan data-data melalui e commerce. Serta bisa menilai seberapa besar kemungkinan calon peminjam terjadi gagal bayar.

Di lain sisi, untuk penjual secara tidak langsung Toko Score membantu dalam mendapatkan permodalan pengembangan usaha, juga bagi pembeli memperoleh manfaat berupa akses keuangan yang lebih luas, sehingga mempermudah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Reporter: Anisa Aulia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel