SDSN Indonesia Upayakan Solusi Energi Berkelanjutan

SDSN Indonesia Upayakan Solusi Energi Berkelanjutan

VIVAnews - Lembaga di bawah United Nations Sustainable Development Solution Network (UN-SDSN) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menggelar lokakarya dengan nama Partnership for Solution SDSN Regional Workshop di Jakarta dengan tema Priorities and Pathways for Sustainable Energy and Deep Decarbonization in Indonesia.

Lokakarya yang berlangsung selama dua hari, 26-27 November 2014, ini akan menghadirkan pembicara dari berbagai kalangan praktisi dan akademisi baik dari dalam maupun luar negeri.

UN-SDSN adalah lembaga yang dibentuk Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, pada 2012 lalu untuk mengefektifkan program pembangunan berkelanjutan, termasuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas.

SDSN yang beranggotakan para ahli, praktisi serta akademisi akan memberikan usulan ke berbagai negara berkembang mengenai program pembangunan berkelanjutan.

Diselenggarakannya lokakarya Partnership for Solution SDSN Regional Workshop ini merupakan bagian dari peran SDSN untuk membantu ini mencari solusi dengan berbagai contoh yang telah berhasil dalam pelaksanaan pembangunan berbasis sustainability di Indonesia dan berbagai negara.

“Bagi Indonesia, kegiatan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan sudah menjadi keharusan. Kegiatan seperti Partnership fot Solution Regional Workshop ini merupakan salah satu langkah strategis untuk membantu kita mengefektifkan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa 25 November 2014.

Senada dengan Siti, menurut pengalaman mantan Menteri Pembangunan Nasional Singapora, Mah Bow Tan, pembangunan berkelanjutan memang harus menjadi prioritas utama karena semakin terbatasnya sumber daya dalam menghadapi tantangan peningkatan permintaan masyarakat dan perubahan iklim.

“Karena itu setiap individu harus mendukung dan bersedia mengubah gaya hidup,” kata Mah dalam satu kesempatan.

Perkuat pembangunan berkelanjutan

Mari Elka Pangestu, salah satu leader council SDSN dari Indonesia mengatakan, lokakarya yang diselenggarakan di Jakarta ini merupakan lanjutan dari konferensi Tri Hita Karana - Sustainable Development International Conference yang digelar di Bali pada Oktober 2013 lalu, bersamaan dengan penyelenggaraan APEC Summit Bali.

Mari mengatakan, Indonesia perlu memanfaatkan keberadaan lembaga ini untuk memperkuat program pembangunan berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan.

“Keberadaan SDSN ini harus bisa dimanfaatkan secara efektif bagi pembangunan masa depan Indonesia,” ucap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode  2011-2014 ini.

Tiga hal pencapaian

Dari lokakarya, setidaknya ada tiga hal yang bisa dicapai, pertama memetakan atau mengidentifikasikan program decarbonisasi di Indonesia.

Bagaimana Indonesia bisa menurunkan tingkat karbonisasi dalam kegiatan industri dan perekonomian sehingga sesuai dengan standar PBB.

“Ini penting tidak saja bagi kualitas hidup masyarakat kita, tapi juga memberi arah kebijakan energi Indonesia ke depan,” ujarnya.

Kedua, mengidentifikasi pola kebijakan yang bisa menguntungkan dan mengembangkan teknologi yang cocok untuk kebutuhan Indonesia.

Menurutnya, melalui lokakarya ini setidaknya bisa memberikan gambaran mengenai teknologi, kebijakan, dan tantangan sosial yang dihadapi Indonesia dan transisi ke masa depan energi yang berkelanjutan.

Seperti diketahui, sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan, salah satu tantangan terbesar Indonesia adalah pengelolaan energi, tidak hanya untuk memenuhi peningkatan dari sisi demand, tapi juga bagaimana meningkatkan efisiensi energi, sehingga tidak membebani lingkungan hidup dari hasil emisi CO2.

Ketiga, kegiatan ini dapat mengidentifikasi dan mengembangkan ide-ide konkret untuk SDSN untuk memfasilitasi transisi ke energi yang berkelanjutan di Indonesia.

Dia menjelaskan, ini akan mencakup pengembangan ide-ide untuk penelitian kolaboratif, demonstrasi, dan proyek-proyek perencanaan strategis dengan peserta yang akan memberikan hasil yang nyata. Siapa yang perlu terlibat dan bagaimana kita bisa melibatkan mereka. (one)