SEA Games 2021: Timnas Indonesia Dianggap Minim Kreativitas Sisi Sayap, Shin Tae-yong Disarankan Terapkan Opsi Berbeda

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-23 akhirnya memetik tiga poin penuh usai menekuk Timor Leste dengan skor 4-1 pada laga lanjutan Grup A di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Selasa (10/5/2022) malam.

Namun, posisi tim asuhan Shin Tae-yong tetap rawan. Bila ingin melaju ke semifinal, mereka harus mengalahkan Filipina (13/5/2022) dan Myanmar (15/5/2022).

Jelas bukan hal yang mudah buat skuad Garuda Muda mewujudkannya. Mengacu pada dua laga yang telah dimainkan, penampilan Timnas Indonesia U-23 belum menjanjikan.

Dihubungi Bola.com, Rabu (11/5/2022), eks bek sayap PSM Makassar, Yusrifar Djafar menilai penampilan Fachruddin Aryanto dan kolega belum sebaik dibandingkan saat berkiprah Piala AFF 2020 silam.

Dua Bek Sayap Belum Maksimal

Terutama dari dua sisi bek sayap yang menjadi andalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Absennya Pratama Arhan yang tak dilepas Tokyo Verdy membuat sisi kiri lini belakang Garuda Muda agak melempem.

Dua pemain yang bergantian tampil yakni Firza Andika dan Alfeandra Dewangga belum optimal. Dewangga kemungkinan besar tak bisa dimainkan menghadapi Filipina usai ditarik keluar karena cedera saat menghadapi Timor Leste.

Kondisi nyaris sama di sisi kanan. Bek Persija, Ilham Rio Fahmi yang dipercaya Shin Tae-yon menjadi starter pada dua laga awal tampil dibawah standar. Beruntung, Asnawi Mangkualam sudah bergabung dalam tim. Bek Ansan Greeners (Korsel) ini sudah dimainkan pada babak kedua kontra Timor Leste.

Asnawi dimata Yusrifar juga belum tampil optimal pada pertandingan itu. "Tapi, saya percaya Asnawi bakal tampil dengan kemampuan terbaiknya saat Indonesia menghadapi Filipina dan Myanmar," terang Yusrifar yang membawa PSM meraih trofi juara Perserikatan 1992 dan Liga Indonesia 1999/2000 ini.

Sarankan Opsi lain

Menghadapi Filipina pada laga ketiga Grup A, Firza Andika berpeluang jadi starter bila cedera Dewangga belum pulih. Kalau pun kinerja Firza Andika tetap belum optimal, Yusrifar menyarankan Shin Tae-yong memakai opsi lain yakni bermain dengan pola 3-5-2.

Yusrifar yakin skuad Garuda Muda tak asing dengan pola ini karena sudah pernah diterapkan saat berujicoba di Korsel. Dengan pola 3-5-2, Shin Tae-yong bisa mengoptimalkan agresivitas Asnawi Mangkualam dan Witan Sulaiman menyisir dua sisi sayap.

"Kalau memakai pola ini (3-5-2) dibutuhkan gelandang pelempar bola yang baik. Saya melihat dalam dua laga awal, Marc Klok terkesan belum in dengan strategi yang ingin diterapkan Shin Tae-yong. Malah, saat menghadapi Timor Leste yang kualitasnya di bawah Indonesia, Marc Klok tampil di bawah kemampuan terbaiknya," tegas Yusrifar.

Kemenangan Vs Timor Leste Bukan Acuan

Syahrian Abimanyu sedang angkat beban dalam latihan gym Timnas Indonesia. (PSSI).
Syahrian Abimanyu sedang angkat beban dalam latihan gym Timnas Indonesia. (PSSI).

Sosok Syahrian Abimanyu malah lebih dominan di lini tengah. Begitu pun dengan Marselino Ferdinan yang masuk menggantikan Marc Klok di babak kedua.

"Tapi, sekali lagi saya tegaskan, kemenangan telak atas Timor Leste tak bisa dijadikan acuan karena kualitas Timor Leste masih di bawah Indonesia," terang Yusrifar.

Selain dari sisi teknis, Yusrifar juga melihat faktor recovery bisa jadi kendala timnas U-23. Di mana mereka harus bermain dalam dua laga dalam tiga hari.

Tapi, Yusrifar yakin Shin Tae-yong sudah menyiapkan cara untuk mengantisipasinya. "Yang pasti, Shin Tae-yong wajib memainkan formasi terbaik karena wajib memenangi dua laga terakhir itu bila ingin lolos ke semifinal," pungkas Yusrifar.

Liputan Eksklusif Bola.com

Pembaca Bola.com bisa menikmati sajian liputan eksklusif aksi Timnas Indonesia U-23 di SEA Games langsung dari Hanoi, Vietnam dengan mengklik tautan ini.

View this post on Instagram

A post shared by Bola.com (@bolacomid)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel