SEA Games (Angkat Besi) - Bastiyah Inspirator Angkat Besi

Palembang (ANTARA) - Nama Bastiyah tampaknya sudah tidak asing lagi ditelingi komunitas angkat besi Indonesia, setelah prestasinya sempat mencuat di kancah nasional dan kini beralih profesi sebagai juri pertandingan SEA Games XXVI Palembang.

"Saya berterima kasih pada Bapak Imron yang mendidik dan membesarkan melalui cabang angkat besi," katanya, Senin.

"Melalui prestasi yang saya miliki bisa mendapatkan pekerjaan di Bank Lampung. Atas jalur angkat besi yang saya miliki Bank Lampung selalu memberikan ijin bila saya diminta menangani bidang juri ditingkat nasional maupun intenasional," ujar Bastiyah ketika dihubungi di Palembang.

Mantan atlet nasional di kelas 48 kg itu, meski tidak aktif lagi sebagai atlet, namun peranannya cukup besar dalam memajukan olahraga angkat besi di Tanah Air. Pasalnya, Bastiyah senior kini alih profesi sebagai juri dalam setiap pertandingan nasional maupun internasional.

Bastiyah mengingatkan, agar para juniornya terus berpacu dalam meningkatkan prestasi. Melalui prestasi yang dimiliki bisa dijadikan andalan untuk mendapatkan pekerjaan, baik di swasta maupun menjadi pegawai negeri. Dengan catatan tidak lupa melanjutkan kuliah, katanya.

"Menekuni olahraga harus diimbangi dengan ilmu dalam sekolah maupun tempat kuliah dari sinilah para atlet bisa meraih dwi sukses, prestasi dalam dunia olahraga maupun mempersiapkan hari esok saat tidak aktif lagi sebagai atlet nasional," katanya.

Sementara untuk mencurahkan hobi dalam dunia olahraga, katanya, bisa lewat jalur lain. Bisa saja sebagai pelatih seperti Lukman dan menjadi juri atau pengurus PB PABBI. "Dengan begitu, ilmu dalam dunia olahraga bisa disalurkan pada atlet junior yang kini berprestasi dalam bidangnya," katanya.

Kondisi seperti itu ia lakukan, meski sudah berkeluarga dan kini memiliki putra berusia enam tahun. Kehidupan rumah tangga bisa diatas dengan lancar, bila semua harapan yang diinginkan berjalan sesuai harapan, yaitu berhasil dalam prestasi dan masa depan yang cerah.

Menjadi juri di angkat besi memiliki suka dan duka. "Dukanya bila atlet nasional gagal menyuguhkan medali emas. Sebagai juri, kita sedih," katanya.

Adapun sukanya saat atlet nasional ramai-ramai menyuguhkan medali emas bagi kontingen Indonesia. "Seperti halnya di hari pertama, setelah Eko Juli Irawan meraih medali emas di kelas 62 kg, Triyatno memetik medali emas di kelas 69 kg. Disusul emas ketiga disumbang melalui Sandwo Wildemar di kelas 77 kg," katanya.

Sedang pada hari ketiga, tiga lifter putri berguguran, meski menyumbang medali perak dan perunggu bagi kontingen Indonesia. "Hal itu yang cukup menyakitkan sebagai juri," kata mantan atlet yang kini sebagai inspirator bagi atlet lain itu.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.