SEA Games (Atletik- Update) - Yahuza dan Triyaningsih "Kawinkan" Emas Maraton

Palembang (ANTARA) - Pelari jarak jauh Indonesia Yahuza dan Triyaningsih sukses "mengawinkan" medali emas nomor maraton putra dan putri SEA Games 2011 di Jakabaring, Rabu.

Pada lomba maraton yang mengitari Jalan Gubernur HA Bestari, Jakabaring tersebut, Yahuza mencapai garis akhir pertama dengan catatan waktu dua jam 27 menit 45 detik.

Sedangkan Triyaningsih yang meraih emas ketiganya di SEA Games 2011, mencatat waktu tercepat dua jam 45 menit 35 detik.

Sebelumnya Triyaningsih meraih emas nomor 10.000m dan 5.000m.

Medali perak putra diraih pelari Filipina Eric Panique dengan catatan waktu 2:28:26.

Sedangkan pemegang rekor Asia Tenggara putra Eduardo Buenavista dari Filipina harus puas dengan medali perunggu setelah menyelesaikan lomba di urutan ketiga dalam waktu 2:29:09.

Sementara pelari Indonesia lainnya Nicolas Albanu berada di urutan keempat dengan waktu 2:30:25.

Medali perak putri diraih pelari Myanmar San Ni Lar yang mencatat waktu 2:56:37, sedang medali perunggu jatuh ke tangan Bham Thi Binh dari Vietnam dengan waktu 2:48:43.


Tidak Menyangka


Yahuza yang hanya ambil bagian dalam nomor maraton pada SEA Games 2011 ini, semula berharap rekannya Nicolas yang meraih emas.

"Saya tidak menyangka akan mendapat emas. Sebenarnya saya berharap penuh kepada teman saya karena kondisi dia jauh lebih baik dari saya," ujar Yahuza.

Ia mengatakan, persiapan menjelang SEA Games kurang baik, bahkan sempat akan mengundurkan diri dari Pelatnas karena jenuh.

"Tetapi pelatih saya meminta saya tetap bertahan dan menganjurkan saya untuk liburan sejenak," tambah atlet asal Bangka Belitung tersebut.

Yahuza mengaku senang dapat mengalahkan pelari Filipina pemegang rekor Asia Tenggara, Eduardo, yang mencapai garis finish di urutan ketiga.

"Kalau dia fit tidak seperti itu larinya, berarti kondisinya sama seperti saya, sedang tidak bagus," kata Yahuza soal pelari Filipina yang memimpin pada putaran pertama namun bisa dikejar pada putaran ketiga.

Meski meraih emas, namun catatan waktu Yahuza masih di bawah rekor SEA Games yang dibukukan atlet Indonesia Eduardus Nabunome pada 1997 dengan waktu 2:20:27.

Begitu pula waktu yang dihasilkan Triyaningsih masih di bawah rekor SEA Games atas nama kakaknya Ruwiyati (2:34:29) pada SEA Games 1995.

Usai lomba, Triyaningsih langsung dibawa ambulans dengan kaki kanan dibalut.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.