SEA Games: Sepak Bola: Indonesia vs Malaysia, 15 Ribu Tiket Palsu Beredar

 

INILAH.COM, Jakarta – Panitia Penyelenggara SEA Games 2011, Inasoc, meminta maaf atas beredarnya tiket palsu pada laga Indonesia vs Malaysia, Kamis (17/11/11).

Djasri Marin, Deputi II Inasoc, mengungkapkan adanya pemalsuan tiket, yang membuat sejumlah pemilik tiket asli justru kesulitan masuk karena Stadion Utama Gelora Bung Karno, penuh sesak.

“Jumlahnya sekitar 15 ribu tiket. Kami sangat menyesalkan adanya tiket palsu yang beredar, padahal tingkat keamanannya sangat tinggi. Di Indonesia sendiri hanya ada beberapa tempat yang bisa mencetak tiket seperti ini,” ujarnya dalam jumpa pers, Jumat (18/11/11).

Perbedaan antara tiket asli dengan yang palsu diantaranya adalah warna tiket dan bahan tiket. Warna tiket asli lebih gelap namun tajam, sementara tiket palsu lebih pudar. Bahan tiket juga berbeda. Yang asli akan terasa lebih tebal dibandingkan yang palsu.

Haryo Yuniarto, penasihat Inasoc sekaligus ketua harian Badan Olahraga Profesional Indonesia, mengaku telah melaporkan hal ini kepada petugas keamanan setempat.

“Inasoc menanggapi serius hal ini. Akan ada penanganan khusus, dimana kami akan bekerjasama dengan Polda Metro Jaya (Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya). Bagaimana detailnya, lebih baik tidak usah diungkapkan, karena justru bisa diantisipasi oleh pemalsu,” jelasnya.

Panitia penyelenggara juga meminta para calon penonton untuk membeli tiket melalui tempat-tempat yang disediakan dan tidak membeli dari calo agar tidak salah membeli tiket palsu.

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.