Seandainya Beneran Ada Sistem Transfer di Indonesia, Persis Solo Habiskan Rp40 Miliar Cuma buat Liga 2

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Solo - Persis Solo menjelma jadi klub Sultan di Liga 2 2021. Klub yang dipimpin oleh putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep ini punya nilai kontrak pemain yang sangat besar ketimbang kontestan lainnya.

Sampai dengan saat ini, skuad besutan Eko Purjianto sudah memiliki 40 pemain untuk menghadapi kompetisi. Jumlah yang sangat besar untuk ukuran sebuah klub di Indonesia. Gemuknya skuad barangkali menjadi cara tersendiri bagi manajemen dalam menggerakkan roda bisnis pengelolaan klub yang profesional.

Komposisi pemain Persis juga terbilang mewah, dimulai dari gerbong pemain Persiraja Banda Aceh yang dipimpin oleh Miftahul Hamdi dan Assanur 'Torres' Rijal. Duo pemain naturalisasi, Alberto Goncalves dan Khairalah Abdelkbir juga sukses direkrut.

Duo Persija Jakarta, Sandi Sute dan Heri Susanto. Hingga dua pemain terbaru Abduh Lestaluhu (Tira Persikabo) dan Ferdinand Sinaga (Persib Bandung), menjadi bukti betapa jor-jorannya Persis saat ini.

Tidak sampai di situ. Bek sayap Persija Jakarta, Alfath Fathier dan bek PSS Sleman berdarah Brasil, Fabiano Beltrame kabarnya sudah sepakat bergabung dengan Persis. Keduanya hanya tinggal diumumkan sebagai rekrutan pemungkas Persis Solo.

Daftar Nilai Kontrak

Penggawa anyar Persis Solo, Abduh Lestaluhu. (Dok Persis Solo)
Penggawa anyar Persis Solo, Abduh Lestaluhu. (Dok Persis Solo)

Bicara nilai kontrak pemain Persis, diperkirakan telah mencapai puluhan miliar rupiah. Dalam hal ini, nilai kontrak satu musim berbeda dengan nilai transfer pada umumnya, mengingat tak ada sistem transfer di Liga Indonesia.

Pada umumnya, pemain Indonesia selalu bebas transfer karena kontrak berdurasi jangka pendek. Kalau pun pindah saat kontrak belum abis, biasanya ada deal-deal tertentu antar-klub yang tidak melibatkan biaya.

Data yang dikeluarkan oleh situs transfermarkt, tercantum nilai pasaran atau kontrak para pemain Persis Solo yang terbilang 'wah'.

Dimulai dari penjaga gawang Wahyu Tri Nugroho dengan kisaran kontrak Rp869 juta per musim. Kemudian deretan bek Ganjar Mukti (Rp1,7 miliar), Agus Nova (Rp1,7 miliar), Asep Budi (Rp1,3 miliar), Rian Miziar (Rp434 juta), Abduh Lestaluhu (Rp4,3 miliar), Zikri Akbar (Rp1,3 miliar), Eky Taufik (Rp3,04 miliar), Eriyanto (Rp1,7 miliar).

Kemudian lini tengah Persis diisi oleh pemain yang tak kalah tenar, di antaranya gelandang Sandi Sute (Rp3,04 miliar), Zamrony (Rp869 juta), Delvin Rumbino (Rp3,04 miliar), Fary Komul (Rp869 juta), dan Khairallah Abdelkbir (Rp869 juta).

Bergeser ke depan, nama Heri Susanto punya kisaran kontrak Rp2,61 miliar, Rivaldi Bawuo (Rp2,61 miliar), Miftahul Hamdi (Rp1,3 miliar), Irfan Jauhari (Rp1,3 miliar), Azka Fauzi (Rp869 juta), Ferdinand Sinaga (Rp2,1 miliar), Marinus Manewar (Rp1,74 miliar), Assanur Rijal (Rp1,3 miliar), Alberto Goncalves (Rp869 juta), dan Agi Pratama (Rp434 juta).

Sementara untuk rincian di setiap lini, skuad Persis memiliki harga Rp869 juta untuk posisi kiper, Rp15,64 miliar untuk lini belakang, Rp8,69 miliar untuk lini tengah, dan Rp15,21 miliar untuk barusan depannya. Atau jika ditotal menurut transfermarkt, nilai kontrak para penggawa Persis sudah mencapai Rp40,41 miliar.

Angka yang sangat besar bagi sebuah klub yang bermain di kasta kedua. Sekaligus menjadi bukti tim pujaan Pasoepati dan Surakartans itu tak akan main-main dengan target yang dicanangkan yakni juara sekaligus memastikan tiket promosi ke Liga 1.

Tidak Terbebani

Pemilik Persis Solo, Kaesang Pangarep, saat menghadiri Kongres PSSI di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5/2021). (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemilik Persis Solo, Kaesang Pangarep, saat menghadiri Kongres PSSI di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5/2021). (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Persis Solo menduduki posisi teratas sebagai klub dengan kekuatan kontrak pemain terbesar di Liga 2 saat ini disusul di belakangnya ada Muba Babel United dengan nilai Rp22,6 miliar, Semen Padang (Rp28 6 miliar) Dewa United (19,2 miliar) , Rans Cilegon FC (Rp18,69 miliar). Bahkan rival Persis, yaitu PSIM Yogyakarta berada di urutan kedelapan, dengan nilai skuad 16,08 miliar.

Beberapa waktu lalu atau sebelum pelaksanaan piala Wali Kota Solo 2021, Kaesang Pangarep memberikan keterangan sekaligus jawaban atas pertanyaan mengapa memiliki banyak pemain untuk mengarungi sebuah kompetisi bahkan dengan jumlah 40 pemain

"Saya mau bikin lima tim, biar jadi Persis A sampai Z. Sebagai pemilik ya pastinya menang (juara), terserah pemain mau menang satu atau dua gol," ujar Kaesang belum lama ini.

Beberapa rumor menyebut Persis akan melepas sejumlah pemain dengan status pinjaman, sebuah gebrakan layaknya klub-klub mapan di Eropa dalam memutar perekonomian klub. Kaesang juga menegaskan tidak ada beban yang besar dengan banyaknya pemain dan berstatus bintang di timnya.

"Dengan skuad yang ada ini kami juga biasa saja. Tidak merasa terbebani yang penting juara Liga 2 dan masuk ke liga 1," katanya menambahkan.

"Jika bonus bonus tim lain besar-besar semua, kalau di Persis akan kami potong gaji kalau mencetak gol," tegas Kaesang yang memang suka guyonan.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel