Sebabkan Banjir Garut, Perusakan Lingkungan Didalami Polda Jabar

Merdeka.com - Merdeka.com - Banjir yang terjadi di Garut, Jumat (15/7) malam, diduga dipicu perusakan lingkungan. Dugaan ini tengah didalami pihak kepolisian.

"(Terkait kerusakan lingkungan) kita akan teliti, karena setia tahun memang bila curah hujan yang tinggi tempat ini (Garut) terkadang terkena banjir. Akan kita teliti agar tahun depan tidak terjadi lagi," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) Irjen Pol Suntana di Garut, Senin (18/7).

Suntana menyebut bahwa Bupati garut sudah merencanakan berbagai kegiatan terkait hal tersebut. "Kita akan teliti untuk perbaikan di kemudian hari," sebutnya.

Pastikan Keselamatan Warga

Ia mengaku bahwa dirinya sengaja datang ke Garut untuk memastikan proses evakuasi, rehabilitasi, dan penanganan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak banjir bisa dilaksanakan dengan baik dan terkoordinasi. Fokus pihaknya adalah untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga.

"Kita juga menyiapkan makanan dan minuman yang layak agar tidak kebingungan untuk kehidupan sehari-hari. Kita sangat menjamin dan meyakinkan, logistik untuk masyarakat, baik obat, makanan, dan alat kebersihan," ucapnya.

Sementara itu Bupati Garut Rudy Gunawan mengaku belum mengetahui jumlah kerugian akibat banjir dan longsor yang menerjang Garut. Saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan terkait hal tersebut.

Terkait lingkungan, menurutnya perlu dilakukan asesmen. "Karena yang (kerusakan lingkungan) di atas, di mana lingkungan ini. Kami tidak punya hutan, yang punya hutan itu Perhutani. Tapi kami tidak akan saling menyalahkan, mari sama-sama melakukan asesmen agar mitigasi bencana komprehensif, bukan hanya dari perilaku orangnya tapi dari alamnya juga," jelas Rudy. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel