Sebagai Public Figure, Anji Diminta Tak Berikan Pernyataan Sembarangan

Adinda Permatasari, Aiz Budhi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Video Youtube wawancara Anji dengan Hadi Pranoto yang mengklaim sudah menemukan obat COVID-19 berbuntut panjang. Usai menuai kecaman, kedua sosok itu kini harus berurusan dengan hukum.

Karena isi wawancara yang dianggap keliru dan berbahaya, Hadi Pranoto dan Anji dilaporkan ke pihak kepolisian Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Baca juga: Diskusi Soal COVID-19 dengan Anji, Dokter Tirta Titip Pesan Ini

Muannas melaporkan Anji dan Hadi Pranoto dengan undang-undang ITE dan atau menyebarkan berita bohong pasal 28 ayat (1) JO pasal 45A UU RI No.19 tahun 2016 dan atau pasal 14 dan 15 UU RI No. 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Ditemui usai membuat laporan, Muannas menjelaskan bahwa pernyataan-pernyataan dalam konten YouTube tersebut sangat berbahaya, hingga akhirnya diproses secara hukum. Namun tampaknya, saat ini konten YouTube tersebut sudah menghilang dari chanel YouTube Anji yang bernama Dunia MANJI.

“Nah pernyataan-pernyataan dalam konten itu sangat berbahaya menurut saya dan tinggal didalami oleh pihak kepolisisan, dan itu terbukti juga kan banyak akademisi memprotes, kemudian IDI (Ikatan Dokter Indonesia), influencer, banyak pihak lah yang memprotes soal itu,” kata Muannas di Polda Metro Jaya.

Kemudian, Muannas mengatakan bahwa Anji adalah seorang public figure yang memiliki banyak penggemar. Oleh karena itu, Muannas berharap bahwa Anji tidak membuat pernyataan sembarangan dan menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya.

Baca juga: Minta Klarifikasi, Polisi Segera Panggil Anji dan Hadi Pranoto

“Dia harus sadar bahwa dia adalah public figure, dia punya followers, diidolakan yang kemudian sangat dipercaya terhadap apa yang dikatakannya, ini yang harus hati-hati. Jangan membuat statement atau konten yang cenderung orang akan mudah percaya karena sosok dan profilnya,” ujar Muannas.

Lebih lanjut, Muannas menambahkan bahwa kejadian yang menimpa Anji ini bisa menjadi pembelajaran untuk public figure yang lain agar berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

“Dan kita berharap ini menjadi catatan bagi siapapun khususnya mereka public figure, selebritis, dan sebagainya, agar mereka berhati-hati dan bijak menggunakan media sosial,“ kata Muannas.