Sebagian besar negara UE akan dilanda resesi pada kuartal IV 2022

Komisioner Uni Eropa (UE) untuk Urusan Ekonomi Paolo Gentiloni pada Jumat (11/11) memperingatkan bahwa prospek tahun depan telah "melemah secara signifikan," dan sebagian besar negara UE akan mengalami resesi pada kuartal IV (Q4) tahun ini.

"Ekonomi UE saat ini 'berada di titik balik'," kata Gentiloni.

Dia berbicara pada konferensi pers di Brussel tak lama setelah Komisi Eropa mengumumkan bahwa mereka telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Proyeksi musim gugur Komisi Eropa tersebut memproyeksikan penurunan output ekonomi dalam tiga bulan terakhir tahun ini dan bulan-bulan pertama 2023.

Meningkatnya ketidakpastian, tekanan harga energi yang tinggi, menurunnya daya beli rumah tangga, lingkungan eksternal yang lebih lemah, dan kondisi pembiayaan yang lebih ketat diperkirakan akan mendorong UE, kawasan euro dan sebagian besar negara-negara anggota ke dalam resesi pada kuartal terakhir 2022.

Untuk tahun 2023 secara keseluruhan, proyeksi tersebut memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil di UE dan kawasan euro sebesar 0,3 persen, jauh di bawah angka 1,5 persen dan 1,4 persen yang diperkirakan dalam proyeksi sebelumnya dari Juli.

Untuk tahun 2023 secara keseluruhan, proyeksi tersebut memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil di UE dan kawasan euro sebesar 0,3 persen, jauh di bawah angka 1,5 persen dan 1,4 persen yang diperkirakan dalam proyeksi sebelumnya dari Juli
Untuk tahun 2023 secara keseluruhan, proyeksi tersebut memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil di UE dan kawasan euro sebesar 0,3 persen, jauh di bawah angka 1,5 persen dan 1,4 persen yang diperkirakan dalam proyeksi sebelumnya dari Juli

"Lonjakan harga energi dan inflasi yang tak terkendali saat ini mengambil alih dan kita menghadapi masa yang sangat sulit baik dari sudut pandang sosial maupun ekonomi," tegas Gentiloni.

"Setelah paruh pertama tahun ini yang sangat kuat, ekonomi UE kehilangan momentum pada kuartal III, dan data survei baru-baru ini menunjukkan kontraksi selama musim dingin," ujarnya.

Selain itu, inflasi terus meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan. Semakin cepat dan meluasnya tekanan harga dalam sepuluh bulan pertama tahun ini telah menggeser perkiraan puncak inflasi ke kuartal keempat tahun ini, dan mendongkrak proyeksi tingkat inflasi tahunan menjadi 9,3 persen di UE dan 8,5 persen di kawasan euro.

Inflasi diperkirakan menurun pada 2023, tetapi akan tetap tinggi di angka 7,0 persen di UE dan 6,1 persen di kawasan euro.