Sebagian Masih Kendor Jalankan Protokol Kesehatan, Ini Cara CISDI Rumuskan Perbaikan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menemukan bahwa sebagian masyarakat masih tidak patuh dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Melihat hal tersebut, CISDI sebagai bagian dari konsorsium Program Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID-19 (ACTION) menyelenggarakan lokakarya daring untuk merumuskan kampanye perubahan perilaku masyarakat.

Perumusan kampanye ini berlangsung dalam empat tahap. Tahap pertama adalah pemetaan pemangku kepentingan yang dilakukan melalui wawancara dan diskusi kelompok terpimpin.

Tahap pertama ini berlangsung selama Februari 2021 di seluruh wilayah intervensi Program ACTION yang mencakup Kabupaten Bogor, Kabupaten Lombok Timur, Kota Administratif Jakarta Timur, Kota Makassar, dan Kota Yogyakarta.

Tahap kedua adalah pemetaan masalah terkait edukasi dan komunikasi risiko. Pada tahap pemetaan masalah, perwakilan tokoh masyarakat mengikuti rangkaian diskusi kelompok untuk menggali tantangan yang dihadapi ketika mengimbau penerapan protokol kesehatan kepada warga.

Setelah pemetaan masalah, tahap ketiga adalah analisa kesempatan, pengembangan alat serta kerangka diskusi untuk menyusun usulan solusi. Pada tahap ini, CISDI bersama tim kampanye perubahan perilaku melakukan konsolidasi temuan beserta usulan solusi.

Salah satunya adalah perlu adanya keteladanan dari aparat pemerintah di tingkat desa/kelurahan atau level yang lebih mikro agar masyarakat termotivasi menerapkan protokol kesehatan. Usulan solusi ini ditindaklanjuti pada tahap keempat, yaitu lokakarya bersama untuk merumuskan kegiatan, produk komunikasi dan monitoring kampanye perubahan perilaku.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Perubahan di Akar Rumput

Direktur Program CISDI, Egi Abdul Wahid, mengapresiasi 240 perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tenaga kesehatan, kader, relawan dan perwakilan Satgas COVID-19 dari daerah intervensi Program ACTION yang telah berpartisipasi.

Mereka telah memberikan pengetahuan dan wawasan mendalam terkait perilaku masyarakat di akar rumput.

“Meskipun saat ini vaksinasi menjadi program prioritas pemerintah, kami percaya bahwa upaya testing, tracing dan treatment serta perilaku protektif masih tetap menjadi metode paling efektif menekan penyebaran virus SARS-COV-2,” ujar Egi dalam keterangan pers CISDI, Jumat (23/4/2021).

Ia menambahkan, pihaknya mempelajari bahwa pemerintah daerah dan tokoh masyarakat melahirkan banyak inisiatif untuk mengedukasi masyarakat terkait pencegahan COVID-19. Salah satunya adalah program edukasi Mobil Dokter di Kota Makassar di mana tenaga kesehatan mengedukasi masyarakat akan bahaya COVID-19 menggunakan mobil keliling.

“Kami berharap dengan upaya bersama antara CISDI dan pemangku kepentingan terkait melalui Program ACTION, kita dapat kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap pandemi COVID-19.”

Seusai lokakarya ini, CISDI bersama semua pemangku kepentingan yang mengikuti lokakarya akan melaksanakan kampanye perubahan perilaku dari April hingga Juni 2021. Kampanye ini mengedepankan promosi pesan kunci melalui pengembangan beragam produk komunikasi bagi kelompok sasaran utama seperti kepala keluarga, ibu/istri, remaja, komunitas Karang Taruna dan PKK, tokoh agama & guru, serta aparat desa, tutup Egi.

Infografis Kombinasi 3M Turunkan Risiko Tertular COVID-19 hingga 99,9 Persen

Infografis Kombinasi 3M Turunkan Risiko Tertular Covid-19 hingga 99,9 Persen. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Kombinasi 3M Turunkan Risiko Tertular Covid-19 hingga 99,9 Persen. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Video Berikut Ini