Sebagian pengungsi di Mamuju masih trauma pulang ke rumah

Sejumlah warga yang mengungsi di beberapa titik di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, hingga hari ketiga pascagempa berkekuatan 5,8 magnitudo yang mengguncang wilayah itu, masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Dari pantauan di Stadion Manakarra Mamuju pada Jumat, puluhan anak-anak terlihat bermain di depan tenda-tenda pengungsian.

Walaupun hujan deras mengguyur, namun sejumlah anak-anak tetap terlihat riang, seolah melupakan trauma gempa yang mereka alami.

Begitupun dengan para Ibu-ibu, dengan wajah lebih terlihat bertahan di tenda-tenda pengungsian di Stadion Manakarra Mamuju.

Baca juga: BMKG imbau warga Mamuju tidak percaya ramalan gempa sekitar M 6,0
Baca juga: BPBD Mamuju jamin kebutuhan para pengungsi terpenuhi

Berbeda dengan hari sebelumnya, yakni pada Kamis (9/6), Stadion Manakarra Mamuju dipadati ratusan pengungsi di tengah aktivitas para relawan memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi.

"Hari ini, sebagian besar pengungsi, umumnya laki-laki beraktivitas di luar, seperti pada hari biasa. Tapi mereka akan kembali pada malam hari," kata salah seorang pengungsi Rahman.

Ia bersama warga lainnya mengaku memilih tetap bertahan, walaupun sebelumnya sudah ada imbauan dari BNPB agar mereka kembali ke rumah masing-masing, karena masih khawatir kemungkinan adanya gempa susulan.

"Kami masih trauma dan memilih tetap bertahan sampai benar-benar kami yakin sudah aman. Jadi, kalau siang, kami bekerja seperti bisa tetapi kami kembali ke sini (pengungsian) pada malam hari," tuturnya.

"Kami takut kalau terjadi gempa saat malam, sulit menyelamatkan diri," ujar Rahman.

Baca juga: Gempa Mamuju, Pemprov Sulbar diminta percepat pendataan rumah rusak

Baca juga: Gempa Mamuju sebabkan 17 orang luka dan 70 rumah rusak berat

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Mamuju Taslim mengatakan, hingga hari ketiga pascagempa yang mengguncang daerah itu, sebagian warga masih memilih bertahan di pengungsian.

"Memang sudah ada yang pulang tetapi jumlahnya tidak signifikan," kata Taslim.

"Kalau siang seperti ini, mereka beraktivitas seperti biasa tetapi mereka akan kembali di tenda-tenda pengungsian saat malam," tambahnya.

Ia menyampaikan, masih banyaknya warga yang memilih bertahan di pengungsian karena trauma saat gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi pada 15 Januari 2021.

"Kita maklumi kondisi psikologi masyarakat yang masih bertahan karena mereka masih sangat trauma dengan kejadian serupa tahun lalu," ujar Taslim.

Baca juga: BNPB imbau pengungsi gempa Mamuju segera kembali ke rumah

Baca juga: Pemerintah tetapkan status tanggap darurat gempa Mamuju

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel