Sebagian Wilayah Dukun Kabupaten Magelang Hujan Abu Tipis dari Merapi

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebagian wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terjadi hujan abu tipis setelah terjadi awan panas guguran Merapi pada Selasa pagi, 30 Maret 2021.

Seorang warga Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Ismanto, di Magelang, mengatakan warga yang tengah kerja bakti di makam tiba-tiba merasakan turun hujan abu tipis.

"Warga sedang kerja bakti di makam di bataran Sungai Tringsing tiba-tiba hujan abu. Tetapi kerja bakti tetap berlanjut karena hujan abu tipis tidak begitu mengganggu aktivitas," katanya.

Awan panas Merapi terjadi pukul 7.06 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 135 detik. Jarak luncur sekitar 1.500 meter ke arah barat daya dan angin bertiup ke utara.

Ismanto menyampaikan abu menempel di topi, pakaian dan dedaunan.

Relawan Guruh Merapi Agus Wahyudi mengatakan hujan abu tipis sementara terjadi di Desa Paten, Sengi, Mangunsoko, dan Desa Banyubiru Kecamatan Dukun.

"Berdasarkan laporan sementara beberapa desa di wilayah Kecamatan Dukun tersebut terjadi hujan abu tipis. Laporan bersifat sementara nantinya akan di-update lagi," katanya.

Awan panas guguran

Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum sejauh 1.500 meter ke arah barat daya pada Selasa pagi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Selasa, menyebutkan awan panas guguran itu terjadi pada pukul 07.06 WIB. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 135 detik.

Pada periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, teramati pula 19 kali guguran lava pijar keluar dari Merapi dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter ke arah barat daya.

Gunung api aktif itu juga terdeteksi mengalami 50 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-20 mm selama 10-92 detik, satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 mm selama 11 detik, dan dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 2 mm selama 5 detik.

Pada Senin malam, BPPTKG juga mencatat enam kali guguran lava pijar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah barat daya.

Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. (ant)