Sebanyak 1.059 hewan ternak di Provinsi Bengkulu sembuh dari PMK

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 1.059 ekor hewan ternak di Provinsi Bengkulu dinyatakan sembuh dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, M. Syarkawi di Bengkulu, Minggu mengatakan bahwa kasus sembuh hewan terinfeksi PMK di Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan.

"Meskipun kasus terinfeksi PMK di Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan namun kasus sembuh juga mengalami peningkatan," kata Syarkawi.

Ia menjelaskan, kasus sembuh PMK di Provinsi Bengkulu berasal dari Kabupaten Rejang Lebong yaitu 481 ekor, Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu 294 ekor, Kabupaten Kepahiang 147 ekor, Kabupaten Seluma 61 ekor, Kabupaten Bengkulu Tengah 48 ekor dan Kabupaten Kaur sekitar 20 ekor.

Baca juga: Satgas PMK: 513 ribu sapi telah divaksinasi PMK

Baca juga: Komisi IV DPR RI pantau kesiapan pencegahan PMK di Sulteng

Lanjut Syarkawi, saat ini kasus aktif hewan ternak yang terinfeksi PMK sebanyak 1.384 ekor yang terdiri dari Kabupaten Kepahiang 15 ekor, Kabupaten Bengkulu Utara 83 ekor.

Selanjutnya Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 389 ekor, Kabupaten Seluma 63 ekor, Kabupaten Bengkulu Selatan 444 ekor, Kabupaten Mukomuko 36 ekor, Kabupaten Bengkulu Tengah 172 ekor dan Kabupaten Kaur sebanyak 222 kasus.

Untuk menghindari penyebaran wabah PMK di Provinsi Bengkulu, pihaknya terus melakukan kegiatan vaksinasi untuk hewan ternak yang belum terinfeksi PMK.

"Meskipun saat ini wabah PMK belum ditemukan di Kabupaten Lebong dan Kota Bengkulu, namun pihaknya tetap melakukan vaksinasi PMK untuk hewan ternak di wilayah tersebut," ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya telah melakukan penyuntikan vaksin PMK terhadap hewan ternak jenis sapi dan kambing di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu yaitu sebanyak 7.057 vaksin.

Baca juga: Polda Sulbar dirikan empat pos penyekatan cegah masuknya PMK

Baca juga: Satgas: 28.718 hewan ternak di Aceh sembuh dari PMK

Baca juga: Mentan SYL bertemu Mentan Australia bahas berantas PMK

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel